<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810</id><updated>2011-08-01T14:17:02.613-07:00</updated><category term='Musim gugur'/><category term='MUSIM SEMI'/><category term='Holy Day'/><title type='text'>Ad-Dien</title><subtitle type='html'>Tiada kemuliaan tanpa Islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-4041678001766358223</id><published>2009-09-16T08:29:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T08:30:50.020-07:00</updated><title type='text'>Ditemukan Kuburan Massal Di Kunduz Afghanistan</title><content type='html'>KUNDUZ (Arrahmah.com) - Sebuah kuburan massal pada Selasa (15/9) di provinsi utara Kunduz yang sejauh ini berisi 15 jenazah dari era pemerintah yang didukung Uni Soviet ditemukan, kata seorang pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuburan itu ditemukan oleh karyawan konstruksi di distrik Ali Abad, 25 kilometer (15 mil) dari ibu kota propinsi Kunduz, kata sang gubernur, Habibullah Muhtashim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih dari 15 mayat ditemukan sampai sejauh ini. Mungkin akan ditemukan lebih banyak lagi jika tempat ini terus-menerus digali," kata Muhtashim, menambahkan bahwa sebagian dari pakaian di mayat tetap utuh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa selama kekuasaan Rusia hingga akhir 1970-an, sebanyak 35 orang ditahan di distiruk Ali Abad dan setelah itu kabar mereka tidak terdengar. Dia mengatakan bisa jadi mayat-mayat yang ditemukan itu adalah mayat dari orang-orang Afghan yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelidikan sedang dilakukan, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudeta yang didukung oleh Soviet terjadi tahun 1978, dan pada 1980 Moskow memberangkatkan puluhan ribu tentaranya ke Afghanistan, dan sejak itulah gerakan mujahidin mulai muncul dan terus-menerus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Independent Human Rights Comission, Zabuhullah Paiwand, menyebut kuburan masal itu sebagai bukti dari kejahatan perang dan dengan tegas mengutuk hal tersebut. Dia mengatakan siapapun yang bertanggung jawab harus ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal. (althaf/ansarnet/arrahmah.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-4041678001766358223?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/4041678001766358223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/09/ditemukan-kuburan-massal-di-kunduz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/4041678001766358223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/4041678001766358223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/09/ditemukan-kuburan-massal-di-kunduz.html' title='Ditemukan Kuburan Massal Di Kunduz Afghanistan'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-7939445913836527501</id><published>2009-09-16T08:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T08:26:32.556-07:00</updated><title type='text'>Lagi, Bukti Kejahatan Iblis Perang Israel Di Gaza Terungkap</title><content type='html'>GAZA (Arrahmah.com) - Sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh PBB mengungkapkan kejahatan Israel terhadap kemanusiaan lainnya selama melakukan penyerangan tiga minggu bertubi-tubi di Jalur Gaza tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan yang dipublikasikan pada hari Selasa (15/9) itu, PBB mengatakan Israel melanggar undang-undang kemanusiaan internasional dan menggunakan angkatan perang yang melebihi proporsi selama perangnya di Gaza delapan bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelidikan dipimpin oleh mantan hakim Afrika Selatan, Richard Goldstone, yang kemudian menyimpulkan bahwa negara Zionis (la'natullah 'alayh) itu melakukan bertumpuk kejahatan perang, terutama perang terhadap kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ada banyak insiden penyerangan yang sengaja diarahkan pada penduduk sipil serta harta benda mereka, dan tentu saja hal itu merupakan pelanggaran terang-terangan atas prinsip dasar undang-undang kemanusiaan internasional," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PBB sendiri telah menemukan bukti yang cukup kuat pengkhianatan angkatan perang Israel terhadap ketetapan Rapat Keempat Jenewa di Gaza, termasuk dalam hal pembunuhan yang disengaja, penyiksaan atau pengobatan tidak manusiawi, yang memang disengaja agar bisa menimbulkan penderitaan yang lebih berat dan serius baik bagi badannya atau kesehatan, atau juga perusakan hak-hak milik penduduk sipil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Operasi Israel ini benar-benar terencana dan dalam semua tahapan operasinya Israel melakukan penyerangan yang brutal dan tidak proporsional, menyiksa, menghinakan, dan menteror penduduk sipil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel, yang menolak untuk bekerja sama dengan tim pencari fakta PBB, menyangkal mentah-mentah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai laporan sepihak dan tidak berimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah begitu kasat mata dampak atas kebrutalan dan kekejiannya, menurut tanggapan yang dikeluarkan oleh kementrian luar negeri Israel, sebanyak 100 jenis tuduhan yang ditimpakan PBB pada negaranya itu tidak memiliki dasar sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam invasinya yang berlangsung di Jalur Gaza pada bulan Desember 2008, pasukan Zionis membunuhi lebih dari 1.400 muslim Palestina, termasuk sebagian besar di dalamnya adalah perempuan dan anak-anak. (althaf/prtv/afp/arrahmah.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-7939445913836527501?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/7939445913836527501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/09/lagi-bukti-kejahatan-iblis-perang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/7939445913836527501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/7939445913836527501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/09/lagi-bukti-kejahatan-iblis-perang.html' title='Lagi, Bukti Kejahatan Iblis Perang Israel Di Gaza Terungkap'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-6291185158086501871</id><published>2009-08-28T08:17:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T08:25:47.981-07:00</updated><title type='text'>Meningkatkan Cinta Anak</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLAMPUA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLAMPUA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLAMPUA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:442965762; 	mso-list-template-ids:-698454458;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Meningkatkan Cinta Anak pada Allah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tuesday, 16 June 2009 07:20 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di tengah kesibukan anak mengikuti berbagai pelajaran tambahan seperti les piano, les tari atau berbagai kegiatan bakat lainnya, apakah anak Anda memiliki waktu untuk lebih mengenal alam? Mengenalkan alam pada anak dapat meningkatkan kesadaran mereka akan kebesaran Allah SWT selain itu juga dapat memperkuat iman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kapan terakhir kali Anda mengajak anak pergi ke luar untuk menikmati suasana pegunungan atau pedesaan? Apakah anda pernah membuat ciptaan Allah SWT menjadi tampak lebih menarik bagi anak-anak? Berikut ada sepuluh saran agar anak lebih mencintai alam dan pencipta-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengunjungi tanah pertanian. Kebanyakan kita tidak      terlalu peduli bagaimana padi bisa menjadiberas. Makanan yang terhidang di      meja saji lah yang justrumenghampiri kita melewati bermil-mil perjalanan.      Anak-anak hanya bisa membayangkan bagaimana jeruk berbuah di pohon atau      ayam mengerami telurnya. Sayang sekali anak-anak tidak melihat tanaman      tumbuh dan sapi memakan rumput, mereka tidak bisa memahami keajaiban dan      keberkahan makanan. Bagaimana anak dapat melihat kebesaran Allah SWT jika      mereka belum pernah melihat tanaman tumbuh dan memproduksi makanan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengunjungi tempat pembuangan sampah. Kita seringkali      melemparkan sesuatu ke dalam tong sampah tanpa berpikir kemana      sampah-sampah itu dibawa atau apa yang akan terjadiseterusnya.       Ajaklah anak mengunjungi tempat akhir pembuangan sampah. Sebutkan juga      beberapa tempat akhir pembuangan sampah. Anak-anak Anda mungkin akan terkejut      dengan banyaknya sampah yang dihasilkan setiap hari. Dengan begitu anak      akan lebih mengahargai alam dengan. Mengingatkan mereka bahwa Allah      memberitahu kita untukjangan terlalu banyak memproduksi sampah. Seperti      yang di firmankan Allah SWT, "makan dan minumlah, dan jangan      berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang      berlebih-lebihan. (QS. 7:31)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bertanam. Buatlah taman di rumah. Ajak anak untuk      menanam tumbuhan. Tidak ada cara yang lebih baik untuk bisa berhubungan      dengan alam daripada menggali dan menjadi kotor. Mereka akan sangat bangga      dengan prestasi yang mereka raih melihat hasil bercocok tanam mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Membuat kompos. Dengan membuat kompos anak dapat      mengetahui siklus kehidupan. Membuat kompos dapat mengajarkan anak      mencintai lingkungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengamati mahkluk hidup. Berjalan-jalan di alam bersama      anak dan melakukan pengamatan secara sederhana. Bagaimana cacing bergerak      dan menghitung kelopak bunga. Ungkapkan keindahan dan keajaiban akan      ciptaan Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengamati langit. Berjalan-jalan di tengah kota saat      malam hari, melihat bintang bersinar. Sebagian besar anak akan terkesima      dengan kilauan bintang yang terlihat meski dari jarak yang sangat jauh.      Ceritakan pada anak bagaimana penciptaan bintang, seberapa jauh bintang      berada dan seberapa luas penciptaan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengamati cuaca. Pergi ke luar rumah untk merasakan      berbagai cuaca. Hujan, panas atau angin yang bertiup kencang. Ajarkan      doa-doa yang diucapkansaat cuaca hujan, panas atau berangin. Ceritakan      kemuliaan AllahSWT telah menciptakan berbagai fenomena alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengamati air. Mengamati sungai atau air terjun.      Perhatikan ritme, kesejukan, dan keindahan gerakan air yang menciptakan      suasana hati yang sempurna untuk mencerminkan syukur pada ciptaan Allah.      Berbicara dengan anak-anak tentang bagaimana Allah mengatur siklus air      dari tanah ke langit dan kembali ke bumi untu dimanfaatkan oleh manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengamati daun. Tunjukan pada anak perubahan warna daun      saat masih berada di ranting dan saat telah gugur.  tantang anak      untuk menggambarkan dan mendiskusikan betapa manusia tidak akan mampu      membuat sesuatu yang lebih indah dari ciptaan Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berkemah. Pengalaman hidup di luar rumah ditemani suara      serangga, burung atau binatang lainnya dapat menumbuhkan rasa natural      anak. Memasak, mencuci dan tidur di luar akan membawa anak lebih mengenal      Allah Tanpa diganggu oleh alat-alat elektronik. Gunakan kreatifitas Anda      untuk mengenalkan kekuasaan Allah melalui alam pada anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(Sumber: Republika.co.id)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-6291185158086501871?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/6291185158086501871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/08/meningkatkan-cinta-anak-pada-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/6291185158086501871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/6291185158086501871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/08/meningkatkan-cinta-anak-pada-allah.html' title='Meningkatkan Cinta Anak'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-3667000555318037589</id><published>2009-08-24T06:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T17:08:38.909-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpKc7up1M8I/AAAAAAAAAK4/0R-I3X7dFXg/s1600-h/PICT0088.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpKc7up1M8I/AAAAAAAAAK4/0R-I3X7dFXg/s320/PICT0088.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373529855356122050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;MENGINGAT ALLAH DI Kala SUKA DAN DUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ahmad Khoiruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Muqoddimah&lt;br /&gt;Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah  atas segala nikmat dan hidayahnya kepada kita, sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah  para sahabat, keluaraga, tabi’in, tabi’u tabi’in dan seluruh umat manusia yang senantiasa meniti jalan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Kenalilah Allah&lt;br /&gt;Rosulullah  bersabda dalam sebuah hadits yang panjang :&lt;br /&gt;“Kenalilah Allah saat kamu senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kamu sedang susah.” (HR.Ahmad, Hakim, dan Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;Pesan ini di sampaikan oleh seorang Nabi yang paling mengetahui tentang keagungan dan kesempurnaan Tuhan manusia, dan orang yang paling benar dalam dalam wasiat-wasiatnya kepada manusia. Hadits ini merupakan petikan dari sebuah hadits yang panjang yang di kemukakan saat Ibnu Abbas  duduk di belakang Nabi  yang mengendarai keledainya.&lt;br /&gt;Beliau bersabda kepada Ibnu Abbas yang saat itu menjelang usia remaja, maka Rosulullah  menggunakan kesempatan yang baik ini untuk mendidiknya, beliau bersabda :&lt;br /&gt;« يَا غُلاَمُ إِنِّى مُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ وَإِذَا سَأَلْتَ فَلْتَسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ »&lt;br /&gt;Hai anak muda, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa pesan berikut : Peliharalah Allah, niscaya Dia akan memeliharamu, peliharalah Allah niscaya engkau akan menjumpai-Nya di hadapanmu,Kenalilah Allah di saat senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kamu susah, apa bila kamu meminta sesuatu, mintalah kepada Allah, dan apa bila kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepda Allah.&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa seandainya suatu umat sepakat untuk memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu, mereka tidak dapat memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah di taqdirkan oleh Allah atas dirimu. Dan seandainya mereka sepakat untuk menimpakan bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak dapat menimpakan bahaya kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah di taqdirkan oleh Allah atas dirimu, pena telah di angkat dan lembaran telah di angkat. (HR. Tirmidzi )&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain “Hendaklah engkau mengenal Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengenalmu di waktu sempit ( susah )” (HR. Ahmad, Hakim, dan Baihaqi)&lt;br /&gt;Alangkah indahnya Hadits ini, alangkah besarnya wasiat ini, Alangkah agungnya pembicaraan ini. Rosulullah  mengajarkan kepada kita bagaimana kita mengenal Allah saat senang agar Allah mengenal kitab saat kita sedang susah. Ini merupakan sunnatullah pada makhluk-Nya, yaitu bahwa barang siapa yang mengenal Allah pada waktu senang, Allah akan mengenalnya pada waktu ia sedang susah.&lt;br /&gt;Hal inilah yang di dambakan oleh orang-orang shalih, baik yang kaya atau yang miskin. Para anbiya’ dan orang-orang yang berada di bawah mereka tingkatannya. Yaitu senantiasa memohon agar Allah memelihara mereka saat mereka dalam kesulitan.&lt;br /&gt;Allah  telah menegaskan dalam Kitab-Nya bahwa amal shalih itu membawa manfaat dalam keadaan susah karena amal bisa mempengaruhi pemiliknya, jika ia beramal baik maka ia akan mendapatkan kebaikan, dan begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Mereka yang Mengingat Allah di Kala Susah&lt;br /&gt;1. Nabi Ibrahim u&lt;br /&gt;Siapakah yang tidak mengenal kekasih Allah  Ibrahim u yang senantiasa mengharap rahmat Allah . ia lupa akan jerih-payah dan pengorbanannya dan lupa kepada amal-amal shalih yang telah di lakukannya dan menganggap dirinya sebagai seorang yang banyak melakukan dosa, dalam Al-Qur’an tertera perkataannya :&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;“Dan yang Amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat". (QS. Asy-Syu’ara’ 82 )&lt;br /&gt;Ibrahim menjalani hidupnya dengan senang hati seraya memelihara Allah tetap dalam kalbunya saat-saat manusia berpaling dari-Nya. Dia senantiasa menghadapkan dirinya kepada Allah dengan mengesakan-Nya, cenderung pada agama yang hak lagi berserah diri, dan dia sama sekali bukan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.&lt;br /&gt;Manusia sujud menyembah berhala, sedang Ibrahim sujud menyembah Allah . Manusia bergantung pada berhala-berhala, sedang Ibrahim hanya bergantung pada Allah .&lt;br /&gt;Mereka menyalakan api besar untuk membakar Ibrahim setelah dia masuk menemui Raja Namrudz yang pembohong lagi pendusta. Akan tetapi Allah  menyelamatkannya. Allah  berfirman :&lt;br /&gt;                                             &lt;br /&gt;Apakah kamu tidak memperhatikan orang   yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan" . Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(QS. Al-Baqoroh : 258)&lt;br /&gt;Yang menciptakan adalah Allah dan Dia pula yang memberi rizki dan mengatur segalanya. Ibrahim mengatakan :  “...Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan…”.&lt;br /&gt;Tiada yang dapat menghidupkan dan mematikan, selain hanya Allah, tiada yang dapat mengeahui ghoib kecuali hanya Allah. Akan tetapi si pendusta itu mengatakan dalam jawabannya “…Saya pun dapat mematikan dan menghidupkan..” Ibrahim bertanya “Bagaimana caranya ? Raja pendusta itu megeluarkan dua orang tahanan, lalu ia membebaskan salah seorang darinya dan mengatakan : “Orang ini saya hidupkan” dan ia membunuh yang lainnya seraya berkata : “Dan yang ini aku matikan”&lt;br /&gt;Ibrahim tidak menyanggah kebodohan ini, karena dia mengetahui bahwa hujjah berikutnya yang akan di lemparkan ke wajah lawannya adalah lebih keras dari pada yang pertama, Ibrahim u mengatakan : "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;Mereka mengumpulkan kayu bakar untuk membakar kekasih Allah, selanjutnya mereka meletakkan Ibrahim pada ketapel raksasa di bawahnya api yang berkobar tanpa teman tanpa sejawat, tanpa keluarga, dan tanpa penolong, Kecuali hanya Allah .&lt;br /&gt;                           &lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la'nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk. (QS. Al-Mu’min : 51-52)&lt;br /&gt;Ibnu Abbas  mengatakan bahwa firman-Nya :&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;"…Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung". (QS.Ali Imran : 173 )&lt;br /&gt;Kalimat inilah yang di ucapkan oleh kekasih Allah Ibrahim u ketika beliau di lemparkan ke dalam api besar, maka Allah menyelamatkannya. Kalimat ini pula yang di ucapkan oleh Nabi Muhammad  ketika di katakan kepadanya :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya manusia  telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. dan Allah mempunyai karunia yang besar  (QS. Ali Imran : 173-174)&lt;br /&gt;Maka apakah para pemuda dan pemudi kita di masa ini mengucapkan : “Hasbunallah wa ni’mal wakil”  ketika mereka di timpa oleh berbagai macam kesusahan dan kesulitan, berbagai macam fitnah, dan kejadian mewabah di kalangan mereka .&lt;br /&gt;Semua ini di maksudkan agar mereka kembali dengan membawa nikmat Allah dan karunia-Nya, sedang mereka tidak tersentuh oleh bencana apa pun.&lt;br /&gt;Ibrahim jatuh ke dalam kobaran api, akan tetapi atas kekuasan Allah  api itu menjadi dingin dan membawa keselamatan berkat karunia Allah, karena ia telah merealisasikan ajaran “Kenalilah Allah di kala engkau senang, niscaya Dia akan mengenalmu di kala engkau sedang susah”&lt;br /&gt;2. Nabi musa u dan istri Fir’aun&lt;br /&gt;Musa di lahirkan pada masa Fir’aun pada saat itu sedang marak pembunuhan anak-anak lelaki, lalu di manakah ibunya menyembunyikannya, sehingga Nabi Musa berhasil di selamatkan.&lt;br /&gt;Semua pegangan yang di pakai oleh ibunya telah terputus, kecuali tali Allah. Ia pun memasukkan anak itu ke dalam peti kemudian melemparkannya ke dalam sungai sebagai pelaksanaan perintah Allah , akhirnya peti itu mengalir ke hilir menuju kebun-kebun yang ada di kedua tepi sungai Nil. Sehingga permaisuri dan budak-budak perempuan Fir’aun pun memungutnya dan mereka menyerahkan ke hadapan Fir’aun yang hampir saja membunuhnya kalaulah tidak di cegah oleh istrinya yang bernama Asiyah.&lt;br /&gt;Ahlul ilmi mengatakan bahwa Fir’aun menyiksa istrinya ketika Fir’aun memaksanya untuk mengakui bahwa dirinya adalah tuhan yang harus di sembahnya. Asiyah pun mengingkarinya dan menolak untuk tunduk pada perintah Fir’aun, bahkan dia mengucapkan bahwa tiada tuhan selain Allah .&lt;br /&gt;Fir’aun memaku kedua tangan istrinya ke tanah, tetapi dia tidak merasa sakit sedikit pun. Fir’aun meletakkannya di bawah terik matahari, maka para malaikat datang menaungiya dengan sayap-sayap mereka, dengan tersenyum ia melihat rumahnya di surga.  Ini karena ia merealisasikan ajaran :&lt;br /&gt;“Kenalilah Allah di kala engkau senang, niscaya Dia akan mengenalmu di kala engkau sedang susah”&lt;br /&gt;Maka ketika Nabi Musa dewasa ia memulai da’wahnya dengan berbagai tantangan dan cobaan, ia senantiasa mengingat Allah  dan memujinya, ketika para ahli sihir yang di kumpulkan oleh Fir’aun untuk melawan nabi Musa mulai menunjukkan kesombongannya, Allah  memberikan pertolongan kepada Musa dengan memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkatnya, maka berubahlah tongkat itu menjadi ular yang besar dan memakan satu persatu ular kecil jelmaan tongkat para ahli sihir, maka ketika itu sebagian mereka beriman dan sebagian lain mengingkarinya.&lt;br /&gt;Tidak menerima kenyataan itu Fir’aun murka dan berusaha membunuh nabi Musa u sehingga sampailah nabi Musa di tepi lautan, maka Allah  memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke lautan, seketika itu terbelahlah lautan dan dengan segera nabi Musa dan pengikutnya berlari menyelamatkan diri, ketika sampai di ujung lautan Musa berkata kepada pengikutnya :&lt;br /&gt;   •    &lt;br /&gt;"Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku". (QS. Asy-Syu’araa : 62)&lt;br /&gt;Ketika Fir’aun serta bala tentara di tengah lautan, Allah menyatukan kembali Lautan itu maka tenggelamlah Fir’aun yang sombong beserta bala tentaranya. Sekali lagi karena ia senantiasa mengingat Allah di saat senang, maka Allah mengingatnya di saat susah.&lt;br /&gt;3. Nabi Yunus u&lt;br /&gt;Kita ingat Nabi Yunus yang di selamatkan Allah  ketika ia di dalam perut ikan besar tanpa teman dengan rasa lapar dalam keadaan gelap. Ketika itu ia berdo’a sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur’an :&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya’ : 87)&lt;br /&gt;Allah punmenyelamatkan Yunus dari kesusahan, kesulitan dan kesengsaraan. Karena dia senantiasa mengenal Allah saat senangnya. Allah  berfirman :&lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;“Maka kalau Sekiranya Dia tidak Termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit”. (QS As-Shaffat : 143-144 )&lt;br /&gt;4. Nabi Yusuf u&lt;br /&gt;Ketika nabi Yusuf di lemparkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, yusuf senantiasa bertasbih, mengingat Allah  sedangkan waktu itu ia masaih kecil.&lt;br /&gt;Ketika di bawa pergi ke negara mesir, di sana ia di goda oleh istri Al-Aziz, akan tetapi ia tidak terjerat oleh bujuk rayunya, dan berkata&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;"Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung”. (QS. Yusuf : 24)&lt;br /&gt;Sesungguhnya Yusuf senanatiasa mengingat Allah  pada waktu senangnya, maka Allah mengingatnya di saat ia di landa fitnah dan kesulitan.&lt;br /&gt;Kisah di atas adalah sebagian kisah Nabi yang senantiasa mengingat Allah  di saat suka maupun duka, masih banyak kisah para wali-wali Allah, orang-orang shalih yang mereka tidak pernah lalai dari mengingat Allah baik di kala senang atau pun susah. Ini merupakan sunnatullah yang tidak akan berubah dan tidak akan di ganti selamanya, yaitu bahwa barang siapa yang mengenal Allah  pada waktu sukanya, Allah akan mengenalnya pada waktu susahnya .&lt;br /&gt;IV. Aplikasi Mengingat Allah di Kala senang.&lt;br /&gt;Berangkat dari titik ini, kita kembali merenungkan dalam waktu yang lama, yaitu sabda Nabi  yang berbunyi : “Kenalilah Allah di kala engkau senang, niscaya Dia akan mengenalmu di kala engkau sedang susah”&lt;br /&gt;Mengenal Allah  ada waktu sehat artinya ialah kita menggunakan waktu kita untuk melakukan hal-hal yang di ridhoi oleh Allah . Mengenal Allah pada waktu luang ialah mengunakannya untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, beribadah, mengerjakan amal shalih, dari pada menggunakan waktu-waktu yang tidak berguna.&lt;br /&gt;Sesungguhnya ini adalah pesan nabi kita dan sesungguhnya ini adalah pelajaran yang kekal yang akan kita tunjukan kepada diri kita sendiri, kemudian kepada saudara-saudara kitayang muslim, agar mereka senantiasa memelihara hukum-hukum Allah, menghormati kesucian Allah, dan mengagungkan syi’ar-syi’ar-Nya :&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;Maka Allah adalah Sebaik-baik penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara Para Penyanyang.( QS. Yusuf ; 64 )&lt;br /&gt;Sesungguhnya ahli iman telah merasakan bahwa tiada kesenangan bagi mereka dan tiada kebahagian, kecuali dalam bertaqwa kepada Allah . Demi Allah sesungguhnya mereka mendiami gedung-gedung yang mewah-mewah, membangun apartemen-apartemen, mengendarai kendaraan mewah, tetapi manakala mereka lupa kepada Allah, meeka menjadi sia-sia.&lt;br /&gt;Allah  berfirman :&lt;br /&gt;    •                               &lt;br /&gt;Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta".Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". ( QS. Thohaa : 124-126 )&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita berlindung kepada Allah  bila ada di antara kita yang membalas nikmat Allah ini dengan keingkaran dan tidak mensyukuri kebaikan Allah .&lt;br /&gt;Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan, ( QS. Ibrahim : 28 )&lt;br /&gt;V. Ancaman bagi yang Lalai dari Mengingat Allah &lt;br /&gt;Banyak kita dapatkan di masa ini orang-orang yang meninggalkan masjid, kitabullah, syi’ar-syi’ar Allah, lalu mengerjakan hal-hal yang di murkai Allah  dan mendatangkan adzabnya.&lt;br /&gt;Mereka mendzolimi diri mereka sendiri, mereka bermain-main denagn api neraka yang panasnya iada terhingga , bagaimana mereka bergegas menuju ke lembah kehancuran. Allah  berfirman :&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah  dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan  ( QS. Ibrahim : 28 )&lt;br /&gt;Allah  berfirman :&lt;br /&gt;      •            •      &lt;br /&gt;Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian  kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. ( QS. An-Nahl : 112 )&lt;br /&gt;Mereka dapat hidup tenang dan rehat, mereka dapat makan dan minum denagn senang, tetapimereka melanggar hukum-hukum Allah dan banyak melaukan dosa, maka tuhan dan langit murka kepada mereka, lalu menghukum mereka dengan hukuman dari yang maha perkasa lagi maha kuasa.&lt;br /&gt;Allah  berfirman :&lt;br /&gt;         •    &lt;br /&gt;Dan Begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. ( QS. Huud : 102 )&lt;br /&gt;Maha suci Allah yang maha pemaaf dan kita selamanya berbuat salah, Dia selamanya pemaaf, betapaun hamba-Nya selalu berbuat kesalahan Dia akan tetap memberi maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Kesimpulan dan Penutup&lt;br /&gt;Dari uraian di atas maka bi di ambil kesimpulan, bahwa Allah  tidak akan melupakan hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya di kala suka, kita lihat kembali kisah kekasih Allah  ibrahim u, Nabi Musa, Nabi Yunus, dan Nabi Yusuf yang senantiasa mengingat Allah di kala susah, dalam artian ketika Allah  memberikan kelebihan harta kepada kita hendaknya kita bersyukur dan mewujudkan rasa syukur kita dengan banyak beribadah, bershodaqoh dan amal-amal shalih lainnya,&lt;br /&gt;Semoga yang sedikit ini bermanfaat,hanya Allah yang lebih mengetahui. Semoga shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad beserta keluarga, dan sahabat-sahabatnya, dan yang senantiasa meniti jalan beliau hingga hari akhir kelak. Wallahu ‘alam bish-shawab.&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;1. Al-Qur’an Al-Karim&lt;br /&gt;2. Tafsir al-Qur’an Al-‘Adzim, Ibnu Katsir, Maktabah Syamilah.&lt;br /&gt;3. Sunan Tirmidzi, Imam Tirmidzi. Maktabah syamilah.&lt;br /&gt;4. Hadits Arba’in, Imam An-Nawawi, Hidayatul Insan&lt;br /&gt;5. Telaah hadits Arbain An-Nawawiyah, Lilik Rahmat Nur Kholisho. Pustaka Ziyad, cetakan ketiga,&lt;br /&gt;6. Cambuk Hati, Dr. Aidh Al-Qorni, Irsyad Baitussalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-3667000555318037589?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/3667000555318037589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/08/mengingat-allah-di-kala-suka-dan-duka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/3667000555318037589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/3667000555318037589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/08/mengingat-allah-di-kala-suka-dan-duka.html' title=''/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpKc7up1M8I/AAAAAAAAAK4/0R-I3X7dFXg/s72-c/PICT0088.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-498868070060988115</id><published>2009-08-22T19:33:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T19:44:32.482-07:00</updated><title type='text'>Kronologi Perang Khondak</title><content type='html'>PERANG KHONDAK&lt;br /&gt; dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan  dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.&lt;br /&gt;11. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. KONDISI SECARA UMUM&lt;br /&gt;1. Kaum Muslimin&lt;br /&gt; Setelah perang Uhud, kaum muslimin berhasil menertibkan kembali tatanan pemerintahan sehingga kendali kekuasaan di Madinah berada penuh di tangan dan mereka pun bisa membebaskan diri dari rongrongan orang-orang Yahudi bani Nadhir. Maka dengan demikian kedudukan mereka di Madinah menjadi kuat dan mereka pun benar-benar menjadi Qoidah Aminah bagi Islam dan kaum muslimin. Mereka juga berhasil menggoyahkan moril kaum musyrikin Quraisy dan kabilah-kabilah yang bernafsu melakukan penyerangan ke Madinah. &lt;br /&gt; Dalam rentang waktu ini, mereka berhasil mengembalikan prestise dan reputasai mereka, sehingga jadilah kekuatan mereka di takuti oleh pihak lawan, di dalam dan luar negeri Madinah dalam kadar yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kaum Musyrikin Quaisy dan Kaum Yahudi. &lt;br /&gt; Kaum musyrikin Quraisy belum berhasil dalam menghadapai kaum muslimin sejak perang Badar Sughra, karena menurut perhitungan mereka, kekuatan kaum muslimin terlalu besar untuk dapat dikalahkan dengan kekuatan mereka saja. &lt;br /&gt; Demikian juga kabilah-kabilah yang bernafsu melakukan penyerangan ke Madinah tidak pernah berhasil melaksanakan apa-apa yang menjadi ambisinya, sebab mereka lebih dahulu diserbu oleh kaum muslimin secara terpisah di negri mereka sendiri dan akhirnya mereka bisa ditaklukan secara berturut-turut.&lt;br /&gt; Adapun kaum Yahudi sendiri, kondisi mereka terlalu lemah untuk berfikir melakukan penyerangan ke Madinah secara sendirian terhadap kaum muslimin, untuk itu mereka selalu menuggu-nunggu kesempatan menikam dari dalam.&lt;br /&gt; Untuk bisa mengalahkan kaum muslimin, mereka harus menggabungkan kakuatan kaum musyrikin Quaraisy, kaum Yahudi dan kabilah-kabilah Arab lain dalam satu aliansi kekuatan. Oleh karena kekuatan kaum muslimin sudah mencapai taraf “Sulit dikalahkan” jika pihak lawan-lawan mereka tidak menghimpun dan menyatukan segenap kekuatan material dan spiritual mereka. Dan benarlah, beberapa orang Yahuni bani Nadhir yang terusir itu melakukan upaya penyatuan dan penggabungan antara kekuatan kaum musyrikin dan kaum Yahudi yang bermukim di Madinah. Dan mereka berhasil menghimpun kekuatan yang sangat besar, memiliki keunggulan sangat jauh dan mampu menghabisi agama baru yang sedang berkembang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kekuatan Kedua Pihak&lt;br /&gt;1 Kaum Muslimin berjumlah 3000 personil di bawah pimpinan Rasulullah .&lt;br /&gt;2 Kaum musyrikin berjumlah 10.000 orang personil, tidak termasuk kekuatan yang siap mendukung di belakang mereka dari kaum Yahudi bani Quraizhah. Yang jumlah tersebuat terdiri dari 4000 orang dari kaum musyrikin Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah dan 6000 orang lainya dari gabungan beberapa suku yang terdiri dari Bani Sulaim yang dipimpin oleh sufyan bin Abdu Syamsy sekutu Harb bin Umayyah , Bani Asad dipimpin oleh Thalhah bin Khuailid Al-Asadi, Bani Fizarah dipimpin oleh Uyainah bin Hishn, Bani Asyja’ yang dipimpin Mas’ud bin Rukhailah dan Ghathafan yang dipimpin oleh ‘Umayyah bin Hishan dan Harits bin Auf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan Masing-Masing Pihak&lt;br /&gt;1 Kaum muslimin ingin membela dan mempertahankan Islam.&lt;br /&gt;2 Kaum musyrikin ingin menumpas kaum muslimin dan merampas harta benta dan anak-anak keturunan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Waktu Terjadinya Perang Khondak&lt;br /&gt; Terjadi pada bulan Syawal pada tahun ke-5 Hijriyah, sementara pengepungan terjadi selama 1 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Sebelum Pecahnya Perang&lt;br /&gt;1 Kaum muslimin.&lt;br /&gt; Kaum muslimin memutuskan untuk bertahan di kota Madinah dan menggali parit mengelilingi sisi utara wilayah Madinah, persisnya antara Hurrah (tanah tak berpasir) Madinah dengan gunug Sila’ , mengingat kawasan ini adalah satu-satunya kawasan yang terbuka sementara itu sisi-sisi yang lain dikelilingi oleh kebun-kebun yang lebat serta rintangan-rintangan alami yang lain. Dengan kondisi ini, kemungkinan kecil musuh melancarkan penyerangan dari tepi-tepi Madinah terkecuali dari sisi utara. Maka dari itu Salman Al-Farisi mengusulkan penggalian parit di kawasan tersebut, perlu diketahui bahwa penggalian parit untuk pertahanan memang belum di kenal oleh bangsa Arab sebelumnya. &lt;br /&gt; Nabi  membagi area penggalian parit itu kepada para sahabatnya di mana setiap 10 orang di antara mereka memikul tugas penggalian sepanjang 40 hasta . Beliau juga ikut menggali seperti yang lain, dan para sahabat juga meminta bantuannya ketika menemuai kesulitan dengan adanya batu besar yang keras, maka beliau sendiri yang memcahkannya.&lt;br /&gt;2 Kaum muslimin bermarkas di kaki bukit sila’ dengan posisi membelakanginya. Rasulullah  mengumpulkan kaum wanita dan anak-anak di rumah-rumah yang kuat bangunannya di kawasan yang aman di dalam kota Madinah untuk melindungi keselamatan mereka.&lt;br /&gt;3 Setelah menyelesaikan parit, kaum muslimin menempatkan diri pada posisi-posisi di belakang parit serta memanfaatkan kekokohan bukit Sila’ untuk melindungi bagian belakang dan sayap kiri dari manuver  pasukan ahzab yang hedak memotong jalur kembali mereka ke Madinah dan hendak memukul mereka dari bagian belakang serta mengepung mereka. &lt;br /&gt;F. Kaum Musyrikin dan Yahudi &lt;br /&gt;1 Sekelompok orang-orang Yahudi pergi mendatangi kaum musyrikin Quraisy, di antaranya Salman bin Abul Huqaiq dan Huyay bin Akhthab. Mereka memprovokasi kaum musyrikin Quraisy untuk memerangi Nabi , dan mereka berjanji akan berada di pihak kaum musyrikin dalam peperangan tersebut. Setelah berhasil meyakinkan kaum musyrikin Quraisy untuk memerangi Nabi , maka mereka pergi mendatangi kabilah Ghathafan dan kabilah-kabilah lain serta mengajak mereka untuk maksud yang sama.&lt;br /&gt;2 Tatkala Quraisy, Ghathafan dan kabilah-kabilah lain tadi sampai di daerah sekitar Madinah, Huyay bin Akhtab berhasil mempengaruhi orang-orang Yahudi dari Bani Quraidzhah sehingga mereka menghianati perjanjiannya dengan kaum muslimin dan bergabung dengan pasukan Ahzab.&lt;br /&gt;3 Posisi-posisi perang pasukan Ahzab adalah di daerah pinggiran Madinah (sebelah utara) sebagai berikut:&lt;br /&gt; Quraisy mengambil posisi di Majma’ As-Yal dan Daumah antara Juraf dan Zaghabah.&lt;br /&gt; Ghatafan dan kabilah-kabilah dari Nejed mengabil posisi di Dzanabi Uqma ke sebelah samping Uhud.&lt;br /&gt; Bani Quraizhah di benteng-benteng perlindungan mereka di pinggiran Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Jalannya peperangan.&lt;br /&gt;1 Posisi kaum muslimin sulit sekali, khususnya setelah Bani Quraizhah bergabung ke pihak pasukan Ahzab. Sewaktu-waktu sangat memungkinkan bagi orang-orang Yahudi bani Quraizhah menyusup secara sembunyi-sembunyi ke dalam Madinah dan melakukan penyerangan terhadap kaum wanita dan anak-anak. Karena mereka sangat faham betul akan liku-liku jalan dan lorong-loronga Madinah, karena mereka termasauk warga Madinah, kalau sampai ini terjadi, ini sangat mempengaruhi moril kaum muslimin yang sedang bertahan dengan gigih di medan peperangan, sehingga mereka menjadi tidak tentram memikirkan nasib keluarga, anak-anak dan harta benda mereka.&lt;br /&gt; Demikian juga kemungkinan mereka memblokir rute kembali kaum muslimin ke dalam kota Madinah, sehingga akan terbukalah kesempatan bagi pasukan Ahzab menyerbu parit pertahanan tanpa ada pertahanan yang berarti. Sehingga pelanggaran perjanjian yang di lakukan oleh Bani Quraizhah merupakan tikaman yang sangat menggoncangkan kaum muslimin. &lt;br /&gt;2 Orang-orang Yahudi bani Quraizhah mengirim salah seorang di antara mereka untuk menyelinap diam-diam ke dalam kota Madinah, dan dia berhasil menyelinap ke rumah-rumah yang menjadi tempat penampungan kaum wanita dan anak-anak. Orang Yahudi tersebut berusaha memperoleh informasi-informasi mengenai tempat-tempat para wanita dan anak-anak ditampung. Hal tersebut akan memudahkan jalan bagi kaumnya untuk melakukan penyerangan secara mendadak terhadap mereka, setelah memastikan tidak adanya perlindungan yang cukup memadai bagi mereka. Sehingga akan memaksa kaum muslimin untuk mundur dari posisinya semula guna menolong keluarga mereka serta menyelamatkan harta benda mereka. &lt;br /&gt; Akan tetapi, hal ini dapat di patahkan oleh seorang wanita yang bernama shafiyah binti Abdul Muthallib, bibi Nabi . Sehinga si Yahudi tidak dapat kembali ke kaumnya Karena mati terbunuh dengan sopotong tiang kayu yang dihantamkan ke bagian badannya. Dan terbunuhnya Yahudi tersebut dapat menyelamatkan kaum muslimin dari ancaman bahaya yang hendak menimpa, sebab kejadian tersebut menjadikan orang-orang Yahudi berpifikir bahwa di dalam Madinah terdapat penjaga-penjaga yang kuat yang tidak mudah bagi mereka menembus penjagaan tersebut. Oleh karena itu mereka tetap sembunyi di benteng pertahanan mereka dan tidak melakukan penyerangan.&lt;br /&gt;3 Sebuah satuan prajurit berkuda Quraisy, di antaranya terdapat Amru bin Abdu Wudd dan Ikrimah bin Abu Jahal, bergerak di depan Bani Kinanah. Lalu mengobarkan semangat mereka untuk berperang. Ketika satuan prajurit berkuda itu sampai di parit pertahanan yang di buat kaum muslimin, mereka mencari area yang paling pendek jaraknya, lau mereka mencoba menyeberanginya dengan kuda-kuda mereka. Melihat kedatangan mereka yang hendak masuk, maka keluarlah Ali bin Abi Thalib  bersama beberapa orang sahabat. Mereka langsung memblokir celah tersebut untuk mencegah pasukan balik kembali dan menghalangi datangnya bala bantuan dari pasukan Ahzab yang akan membantu mereka. Ali bin Abu Thalib melakukan perang tanding denga Amru bin Abdu Wudd dan berhasil membunuhnya, demikian juga sahabat yang lain berhasil membunuh dua orang musyrik dan satu prajurit berkuda tersebut. Karena berhasil dipukul oleh kaum muslimin maka sisa prajurit berkuda Quraiy yang lain mundur kembali ke markas mereka.&lt;br /&gt;4 Datang lagi sekelompok pasukan musyrikin melakukan penyerangan terhadap kaum muslimin mengarah ke rumah Nabi . Segera kaum muslimin menyongsong serangan mereka yang sepanjang hari sampai petang, ketika waktu shalat telah Ashar tiba, kaum muslimin berada dalam keadaan genting. Karena musuh berhasil mendekati tempat tinggal Nabi , sehingga mereka tidak bisa melaksanakan shalat Ashar, namum petang itu juga mereka berhasil memukul mundur pasukan musyrikin tadi. &lt;br /&gt;5 Rasulullah  berupaya agar sebagian pasukan Ahzab menarik mundur dari Madinah dengan jalan melakukan perundingan dengan mereka. Dalam perundingan tersebut beliau menawarkan kompensasi (ganti rugi) pemberian sepertiga hasil buah-buahan Madinah. Perundingan antara beliau dengan pimpinan Ghathafan ini hampir saja mencapai kata sepakat. Akan tetapi para pemuka golongan Aus dan Khazraj tidak menyetujuinya. Yang akhirnya Rasulullah  menyetujui keputusan para sahabat.     &lt;br /&gt;6 Tinggalnya kabilah-kabilah Arab itu dalam waktu yang cukup lama di sekitar Madinah mempengaruhi semangat mereka, apalagi waktu itu bertepatan dengan musim dingin. Mereka tidak sabar terus-menerur melakukan pengepungan dan tidak melakukan peperangan yang menyebabkan mereka dongkol dan gusar karena terlalu lama menunggu tanpa membuahkan hasil.&lt;br /&gt;7 Nu’aim bin Mas’ud dari Ghathafan datang menemuai Nabi  dan memberitahu pada Beliau bahwa dia telah masuk Islam dan keislamannya tidak diketahui oleh kaumnya. Setelah mendengar pengakuan Nu’aim, Nabi  berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau hanya seorang diri saja, untuk itu cerai-beraikan kesatuan mereka semampu kamu untuk membantu kami, karena sesungguhnya perang itu tipu daya.”&lt;br /&gt; Nu’aim bin Mas’ud pergi mendatangi Bani Quraizhah, dia adalah kawan mereka di masa Jahiliah. Nu’aim berkata kepada mereka, “Kalian sudah mengerti akan persahabatanku kepada kalian, sekarang ini kalian membantu pihak Quraisy dan Ghathafan untuk memerangi Muhammad. Posisi mereka itu tidak seperti kalian, negeri yang diserang itu adalah negeri kalian, disitu anak-anak, harta benda dan istri-istri kalian berada, sedang kalian tidak dapat memindahkannya. Jika Quraisy dan Ghathafan memperoleh peluang untuk menang, maka mereka akan mendapatkan ghanima, sementara jika mereka kalah, mereka akan kembali ke negerinya dan meninggalkan kalian berurusan sendiri dengan Muhammad dan pasti kalian tidak akan mampu menghadapinya. Oleh karena itu janganlah kalian ikut berperang sampai kalian mendapatkan satu jaminan dari pembesar-pembesar mereka, baru setelah itu kalian boleh memerangi Muhammad.”&lt;br /&gt; Dan orang-orang bani Quraizhah mengatakan, “Engkau teleh memberikan nasihat pada kami, dan bukanlah kamu orang yang bercacat yang patut kami curigai.”&lt;br /&gt; Setelah selesai menemui Bani Quraizhah, Nu’aim pergi mendatangi Quraisy dan mengatakan kepada mereka: “Aku mendapatka informasi bahwa Quraizhah merasa menyesal bekerja sama dengan kalian, mereka mengirim utusan kepada Muahammad untuk menyampaikan tawaran: “Akankah kamu menerima kami andai kami menangkap beberapa pembesar Quraisy dan Ghathafan untuk kami serahkan kepadamu agar kamu penggal leher mereka, kemudian kami akan bersamamu menghadapi mereka yang masih tersisa.” Maka Muhammad menjawab: “Ya tentu”. Maka dari itu bani Quraizhah meminta jaminan dari kalian dengan beberapa orang di antara kalian. Maka jangan kalian berikan satu orang pun kepada mereka”. &lt;br /&gt; Setelah mendatangi Quraisy, dia mendatangi Ghathafan dan mengatakan kepada mereka: “Kalian adalah keluargaku dan sanak familiku. Lalu ia mengatakan kepada mereka sama seperti apa yang dikatakannya kepada orang Quraisy.  Dan menyuruh mereka agar berhati-hati!.&lt;br /&gt; Kemudian Abu Sufyan dan para pemimpin Ghathafan mengirimkan Ikrimah bin Abu Jahal beserta sejumlah orang Quraisy dan Ghathafan untuk menemui Quraizhah pada malam Sabtu. Mereka meminta kepada Quraizhah agar bersiap-siap melakukan penyerangan pada Sabtu siang. Akan tetapi Quraizhah mengemukakan alasan bahwa mereka dilarang berperanga pada hari Sabtu, kemudian mereka meminta jaminan kepada Quraisy dan Ghathafan sebelum serangan apapun dilancarkan. Mndengar permintaan mereka, Quraisy dan Ghathafan berkata: “Benar kata Nu’aim!...”&lt;br /&gt; Tatkalah permintaan Quraidzah yang menuntut jaminan dari Quraisy dan Ghathafan ditolak, maka mereka juga berkata dalam hati: “Benar apa kata Nu’aim!…” maka bercerai-berailah hati pasukan Ahzab dan lenyap pula rasa saling percaya di antara mereka.&lt;br /&gt;8 Rasulullah  mengutus Hudzaifah Ibnu Yaman pada malam hari untuk menyelidiki keadaan pasukan Ahzab. Di markas musuh, Hudzaifah melihat Quraisy pergi meninggalkan medan peperangan menuju Makkah. Begitu Ghathafan tahu Quraisy meninggalkan tempatnya tanpa sepengetahuan mereka, maka merekapun bersama beberapa kabilah-kabilah yang lain kembali ke negerinya masing-masing. &lt;br /&gt; Dengan pandangannya yang tajam, tahulah Rasulullah  bahwa kaum musyrikin telah kehilangan kesempatan yang sangat berharga, padahal kesempatan seperti itu tak mungkin dapat mereka raih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Kerugian Yang Diderita Kedua Belah Pihak&lt;br /&gt;1 Kaum muslimin 6 orang syahid, mereka adalah Sa’ad bin Mu’adz, Anas bin Aus bin ‘Atik dari Bani Abdul Asyhali, Abdullah bin Sahl Al-Asyhal, Tsa’labah bin Ghanamah bin Adi, Ka’ab bin Zaid dari Bani Dinar dan Thufail bin Nu’man&lt;br /&gt;2 Kaum musyrikin 3 orang tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Pasukan Ahzab&lt;br /&gt;1. Kepemimpinan yang tidak tunggal.&lt;br /&gt;2. Surpraise dengan parit, strategi baru yang belum pernah mereka kenal.&lt;br /&gt;3. Cuaca dingin yang terjadi pada saat perang.&lt;br /&gt;4. Tidak ada rasa saling percaya di antara mereka.&lt;br /&gt;5. Tidak adanya kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Mukjizat-Mukjizat Perang Ahzab&lt;br /&gt;a) Daging seekor kambing yang di hidangkan oleh Jabir bin Abdillah dapat memenuhi kebutuhan seluruh pasukan yang berjumlah 1000 orang. Bahkan masih tersisa satu panci.&lt;br /&gt;b) Kurmah yang di bawa oleh saudara perempuan Nu’man bin Basyir yang dapat dinikmati seluruh penggali pasrit dan masih tersisa.&lt;br /&gt;c) Tanah yang keras dapat menjadi lunak bagaikan pasir.&lt;br /&gt;d) Batu yang keras yang sebenarnya sulit untuk dipecahkan dengan cangkul akhirnya dapat dipecahkan oleh Rasulullah   yang hal itu menjajadi pertanda akan hancurnya kerajaan Syam, kerajaan Persia dan kerajaan Yaman.&lt;br /&gt; Setelah kaum muslimin memenangkan peperangan Ahzab maka kaum muslimin telah berpindah dari fase defensif  ke fase ofensif . Oleh karena itu Rasulullah   mengatakan kepada para sahabatnya setelah pasukan Ahzab mundur dari peperangan: “Sekarang, kitalah yang akan menyerang mereka dan mereka tidak akan menyerang kita”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-498868070060988115?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/498868070060988115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/08/perang-khondak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/498868070060988115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/498868070060988115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/08/perang-khondak.html' title='Kronologi Perang Khondak'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-5980842499966909461</id><published>2009-06-05T20:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T20:15:52.301-07:00</updated><title type='text'>Serba-Serbi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SinfFgJriHI/AAAAAAAAAKA/GmJpB8kA9GQ/s1600-h/CL0105.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SinfFgJriHI/AAAAAAAAAKA/GmJpB8kA9GQ/s320/CL0105.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344047718474680434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Orangnya....???&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang paling sibuk?&lt;br /&gt;Orang yang paling sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya, seolah-olah ia harus mengurus kerajaan sebesar kerajaan Nabi Sulaiman a.s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang manis senyumannya? &lt;br /&gt;Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang kaya? &lt;br /&gt;Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang miskin? &lt;br /&gt;Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada, selalu menumpuk-numpukkan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang rugi? &lt;br /&gt;Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang paling cantik? &lt;br /&gt;Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? &lt;br /&gt;Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan diperluaskan sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit? &lt;br /&gt;Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang mempunyai akal? &lt;br /&gt;Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak&lt;br /&gt;karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-5980842499966909461?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/5980842499966909461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/06/serba-serbi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/5980842499966909461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/5980842499966909461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/06/serba-serbi.html' title='Serba-Serbi'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SinfFgJriHI/AAAAAAAAAKA/GmJpB8kA9GQ/s72-c/CL0105.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-7588347581926241844</id><published>2009-04-23T07:08:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T08:54:20.056-07:00</updated><title type='text'>10 siksaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SfB4zusk0XI/AAAAAAAAAHg/RrDmdc3ck4k/s1600-h/planetSolarSystem2cd.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SfB4zusk0XI/AAAAAAAAAHg/RrDmdc3ck4k/s320/planetSolarSystem2cd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327891189282951538" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;10 Jenis Siksaan Yang Menimpa Wanita Penghuni Neraka&lt;/font&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Inilah sepuluh jenis siksaan yang menimpa wanita yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika melalui peristiwa Israk dan Mikraj, inilah peristiwa yang membuat Rasulullah menangis setiap kali mengenangkannya&lt;/font&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dalam perjalanan itu, antaranya Rasulullah SAW diperlihatkan (1) perempuan yang digantung dengan rambutnya, sementara itu otak di kepalanya mendidih. Mereka adalah perempuan yang tidak mau melindungi rambutnya agar tidak dilihat lelaki lain&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Siksaan lain yang diperlihatkan Rasulullah SAW ialah (2) perempuan yang digantung dengan lidahnya dan (3) tangannya dikeluarkan dari punggungnya dan (4) minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan kata-katanya.&lt;/font&gt;  &lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Rasulullah SAW juga melihat bagaimana (5) perempuan digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pohon zakum dituang ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa keizinan suaminya.&lt;/font&gt;  &lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ada pula (6) perempuan diikat dua kakinya serta dua tangannya sampai ke ubun dan dibelit beberapa ular dan kala jengking. Mereka adalah perempuan yang mampu sholat dan berpuasa tetapi tidak mau mengerjakannya, tidak berwudhu dan tidak mau mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa mendapat izin suaminya terlebih dulu dan tidak mandi yaitu tidak bersuci selepas habis haid dan nifas.&lt;/font&gt;  &lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Selain itu, Rasulullah SAW melihat (7) perempuan yang makan daging tubuhnya sendiri sementara di bawahnya ada api yang menyala. Mereka adalah perempuan yang berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang lain.&lt;/font&gt;  &lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Rasulullah SAW juga melihat (8) perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting neraka. Mereka adalah perempuan yang suka mencari perhatian orang lain agar melihat perhiasan dirinya.&lt;/font&gt;  &lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Siksaan lain yang dilihat Rasulullah SAW ialah (9) perempuan yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya pula seperti keledai. Mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan sangat suka berdusta.&lt;/font&gt;  &lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ada pula perempuan yang Rasulullah SAW lihat (10) bentuk rupanya seperti anjing dan beberapa ekor ular serta kala jengking masuk ke dalam mulutnya dan keluar melalui duburnya. Mereka adalah perempuan yang suka marah kepada suaminya dan memfitnah orang lain.&lt;/font&gt;  &lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan wanita atau menempatkan wanita sebagai sumber dosa. Inilah keadaan seadanya yang sesuai riwayat yang ada.&lt;/font&gt;   &lt;font style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sumber: kebun hikmah&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-7588347581926241844?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/7588347581926241844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/04/10-siksaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/7588347581926241844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/7588347581926241844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/04/10-siksaan.html' title='10 siksaan'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SfB4zusk0XI/AAAAAAAAAHg/RrDmdc3ck4k/s72-c/planetSolarSystem2cd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-8589923274899245311</id><published>2009-04-16T05:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T06:11:21.407-07:00</updated><title type='text'>Problematika kaum hawa</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SecqAQKM0fI/AAAAAAAAAGI/8kBrbsaeeiw/s1600-h/CAL_25.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 115px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SecqAQKM0fI/AAAAAAAAAGI/8kBrbsaeeiw/s320/CAL_25.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325271268215017970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLAMPUA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLAMPUA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLAMPUA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"AGA Arabesque"; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Agency FB"; 	panose-1:2 11 5 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: center; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;PROBLEMATIKA KAUM HAWA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 0, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; text-indent: 0.5in; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;“TEORI RADIO” mengatakan bahwa seorang gadis ketika marah, tegang, atau sedih, maka ia akan mulai berbicara kepada orang yang ia sukai untuk menyampaikan segala keluh kesahnya. Dan sebaliknya dengan apa yang biasanya dilakukan oleh laki-laki, di mana dalam keadaan seperti ini ia akan menghindar dan menolak berbicara dengan siapapun, inilah yang disebut sebgai “TEORI GUA”&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; text-indent: 0.5in; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(51, 204, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ada pemuda yang memang secara alami menyenangkan, tanpa di buat-buat dan tanpa usaha apapun. Jenis ini biasanya disukai oleh setiap orang yang bergaul dengannya,  baik laki-laki atau perempuan. Pemuda yang memiliki sifat ini kadang menyalahgunakan kelebihannya ini untuk memburu gadis-gadis yang menyukainya atau tertarik padanya, hingga si gadis pun tak sadar jika ia dalam genggaman harimau.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; text-indent: 0.5in; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sebelum kita mengetahui langkah apa saja yang digunakan para pemuda mempermainkan para gadis, kita harus mengetahui problematika para gadis, yang saya sebutkan di sini hanya sebagian semoga bisa mewakili keseluruhannya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Depresi&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;          Misalnya ketika atau menjelang datang bulan, mendapatkan masalah, atau ketika muncul kejadian yang meresahkan hatinya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Stress&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;           Perasan ketidakmampuan seorang gadis untuk mengungkapkan sesuatu yang ada dalam dirinya sendiri. Artinya dia merasa tidak mampu mengekspresikan diri seperti apa yang dia inginkan, atau merasa tidak mampu mendapatkan sesuatu yang diinginkannya baik yang bersifat materi atau kejiwaan. Perasaan sepertiini akan muncul saat ia merasa tertekan oleh keluarga, masyarakat atau agamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kebutuhan untuk di dengar dan mendapat empati &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;            Yang dibutuhkan seorang gadis sebenarnya ada dua hal &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pertama : keluh kesahnya didengar dengan baik, dan kedua mencari empati dan berbagi perasaan. Bukan berarti saya menyatakan bahwa seorang gadis sama sekali tidak menginginkan solusi untuk masalah-masalah yang tengah dihadapinya. Tapi yang saya maksudkan adalah bahwa seorang gadis pada mulanya tidak mencari solusi, tapi sekedar ingin orang yang di ajak curhat mendengarkannya dan memberinya kesempatan berbicara untuk meringankan kesedihan yang tengah dialaminya, sesudah itu baru si gadis siap menerima solusi yang diberikan oleh lawan bicaranya, inilah “teori radio”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kebutuhan akan cinta,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;             Gadis yang normal adalah ibarat sekumpulan emosi yang bergerak, yang kadang menggelora dan kadang tenang, termasuk didalamnya adalah naluri cinta. Yaitu ketertarikan kepada lawan jenis, cinta yang halal kepada suaminya atau cinta yang haram kepada kekasihnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kebutuhan ini juga ada pada laki-laki, tapi perbedaan antara laki-laki dan perempuan ialah bahwa laki-laki bisa memenuhi kebutuhan ini dengan cara menikahi perempuan yang dicintainya, dan tidak ada kesulitan baginya untuk itu, sedang perempuan, ia akan terus tersiksa menanti pelamar yang datang mengetuk pintu rumahnya. Saya tidak mengatakan bahwa ini selalu terjadi tapi ini sering terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Suka mencari perhatian &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sifat ini ada pada kebanyakan perempuan, sejak kecil, seorang perempuan memperhatikan bentuk dan penampilannya lebih dari laki-laki. Ia suka berhias dan tampil menawan, dan ini sering kali tidak terjadi pada laki-laki. Sebabnya ialah Allah&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; menciptakan Adam dari tanah, dan menciptakan Hawa dari Adam. Maka, laki-laki berkaitan dengan bumi, dan perempuan berkaitan dengan laki-laki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ini juga merupakan sebab adanya perbedaan cara mengukuhkan prestasi antara laki-laki dan perempuan, laki-laki membuktikan dan mengaktualisasikan dirinya dengan bekerja, sedang perempuan mengaktualisasikan dirinya dengan melakukan hubungan sosial dengan orang lain. Oleh karena itu kita dapati seorang gadis dalam dunia pendidikan yang bercampur antara laki-laki dan perempuan ia berusaha menarik perhatian dengan kecantikan dan keanggunannya, sedangkan pemuda menarik perhatian dengan prestasinya di atas rekan-rekannya. Ini adalah perhatian yang berkonotasi negatif karena hanya mencari nilai lebih dimata manusia. Dan bisa menjadi positif jika ia berusaha untuk mendapatkan perhatian penuh kekaguman dari keluarganya atau suaminya. &lt;i&gt;Wallahu a’lam bish-showab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background: rgb(221, 217, 195) none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bunga di tengah hutan, Dr Ahmad bin Muhammad al-harfi (konsultan kedokteran jiwa)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-8589923274899245311?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/8589923274899245311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/04/problematika-kaum-hawa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/8589923274899245311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/8589923274899245311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/04/problematika-kaum-hawa.html' title='Problematika kaum hawa'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SecqAQKM0fI/AAAAAAAAAGI/8kBrbsaeeiw/s72-c/CAL_25.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-4485000963514026874</id><published>2009-04-02T00:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T19:12:48.237-07:00</updated><title type='text'>Pandangan Pemuda dan Gadis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SdR9FhOlWSI/AAAAAAAAAF4/E5_Evrh8JCk/s1600-h/TREES.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SdR9FhOlWSI/AAAAAAAAAF4/E5_Evrh8JCk/s320/TREES.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320014593603754274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Cinta dalam Pandangan Pemuda dan Gadis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah penelitian di Amerika di sebutkan bahwa sekitar 47% korban perkosaan merupakan korban perkosaan teman-temannya sendiri, dan sekitar 20% yang lain merupakan korban perkosaan kerabat dan teman-teman keluarganya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ketika sang pemuda ingin memulai hubungan dengan seorang gadis lajang, dia akan berfikir untuk menjadikan si gadis sebagai sarana untuk melampiaskan syahwatnya (nafsu biologis). Maksudnya bahwa pemuda itu memandang seorang gadis lajang dari aspek seksual. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sementara si gadis memandang sang pemuda adalah sumber cinta, perasaan dan kekuatan (pahlawan kesiangan ) dan tidak suka jika sang pahlawan lemah. Simpelnya Seorang gadis mencari cinta, sedangkan seorang pemuda mencari pelampiasan seksual.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Buktinya “ketika sang pemuda menelpon si gadis dengan rayuan gombalnya dan meminta si gadis untuk keluar bersamanya dengan tujuan mesum, maka si gadis akan marah dan tidak akan menerima ajakannya. Sebaliknya jika yang mengajak keluar si gadis, maka sang pemuda akan segera mengiyakannya bahkan montor tetangga pun di sabet.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Alasannya demi sang belahahan jiwa, padahal ??. ini di karenakan seks bagi lelaki adalah tujuan, sementara seks bagi si gadis adalah cara untuk membuktikan cintanya kepada kekasihnya. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Seorang gadis berfikir dengan penuh perasan sementara seorang pemuda berfikir realistis, karena memanggap hubungannya dengan si gadis hanya sementara dan akan berakhir, buktinya setiap lelaki jika memandang gadis muda matanya akan terus melotot sampai jauh mata memandang, dan ketika itu ia lupa bahwa ia telah mempunyai pacar, tapi realita ini tidak semuanya ada pada lelaki. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ada juga pemuda yang masih berperasaan dan ada juga seorang gadis yang kadang memandang pemuda dari sisi seksual, dan ini sedikit di temukan. Ada juga pemuda yang menjalin hubungan dengan seorang gadis benar-benar dengan tujuan pernikahan. Namun fenomena umumnya adalah seperti yang saya sebutkan di atas. Bahwa hubungan cinta di luar nikah antara pemuda dan gadis merupakan kesalahan besar. Dan si gadislah pihak yang paling di rugikan. Dan yang sangat di sayangkan adalah para gadis jarang yang menyadari hal ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dari berbagai cerita yang kita dengar, kita dapatkan bahwa begitu tujuan yang di inginkan seorang pemuda tercapai dan berhasil merenggut kehormatan seorang gadis maka ia akan meninggalkannya dan pergi mencari perempuan lain, ibarat lebah yang menghisap bunga, habis manis sepah di buang dan kembali mencari bunga yang segar, begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Naluri ini tidak hilang dalam jiwa lelaki tak terkecuali kakek-kakek, buktinya di jawa timur terjadi pemerkosan gadis berumur 18 tahun oleh kakek berumur 58 tahun, lebih konyolnya si gadis masih ada hubungan kerabat dengan kakek tersebut, walaupun begitu jangan hanya leleki yang di salahkan, tapi perempuan pun hendaknya menjaga aurat, bukan malah di pamerkan, kalau terjadi pelecehan seksual maka patas saja, siapa yang tidak berimajinasi macam-macam jika melihat perempuan memakai pakaian adeknya berumur 2 tahun, kadang juga belum selesai di jahit sudah di pakai, atau celana sobek sampai paha pun masih di pakai, pastinya yang ada di benak lelaki yang melihatnya adalah bagaimana bisa tidur denganya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Maka saya sarankan kepada taman-taman yang ingin menjaga hatinya, hendahnya untuk menjaga pandangan, karena pandangan adalah panah racun dari panah racun iblis, dan yang di jadikan anak panah adalah wanita. di sana ada penjelasan yang lebih rinci kenapa wanita menjadi jurus iblis utuk menyesatkan manusia, insyaallah akan saya sebutkan pada tulisan selanjutnya. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hal yang perlu di perhatikan disini, tidak setiap hubungan antara pemuda dan gadis berlanjut dengan hubungan seks yang di larang oleh syari’at, bisa jadi hubungan cinta antara dua insan ini terjadi tanpa adanya hubungan seksual, namun ini adalah hal yang jarang sekali terjadi. Sebab tingginya frekuensi bertemu, bercampur baur dan berduan akan menggelorakan perasaan dan menggerakkan anggota tubuh menuju kemungkaran. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Semoga tulisan ini bisa mengetuk hati para pemuda dan pemudi sehingga mereka bisa saling menjaga kehormatan&lt;/span&gt;. Allahuma Amin..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;{&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;Di sarikan dari kitab az-zahrah fi ghobah, karangan Ahmad bin Muhammad Al-Harfi, konsultan kedokteran jiwa,telah di terjemahkan Wafa prees, dengan judul Bunga di tengah hutan, dengan sedikit tambahan tulisan} &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-4485000963514026874?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/4485000963514026874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/04/pandangan-pemuda-dan-gadis_02.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/4485000963514026874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/4485000963514026874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/04/pandangan-pemuda-dan-gadis_02.html' title='Pandangan Pemuda dan Gadis'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SdR9FhOlWSI/AAAAAAAAAF4/E5_Evrh8JCk/s72-c/TREES.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-4137619365716752854</id><published>2009-03-24T03:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T08:03:59.305-07:00</updated><title type='text'>Najiskah Darah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SciycuqbgcI/AAAAAAAAAFg/nM3xorSVQuk/s1600-h/7455_Digital_World_66.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SciycuqbgcI/AAAAAAAAAFg/nM3xorSVQuk/s320/7455_Digital_World_66.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316695566742946242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;PEMBAHASAN TENTANG DARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Pertanyaan : Najiskah darah ataukah suci…?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pertama : Darah yang keluar dari hewan najis, maka itu najis, baik darah itu banyak mau pun sedikit, Contohnya darah yang keluar dari babi atau anjing. Maka darahnya merupakan najis sedikit maupun banyak tanpa dirinci lagi. Baik darahnya keluar saat binatang itu hidup maupun mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kedua : Darah yang keluar dari hewan yang suci saat masih hidup, najis setelah hewan itu mati. Apabila saat masih hidup darah hewan itu najis, namun dimaafkan jika darah itu sadikit. Contohnya, kambing, dan Onta saat masih hidup hewan itu suci, najis setelah hewan itu mati. Dalil kenajisannya setelah hewan itu mati adalah firman Allah SWT :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا…..( الأنعام )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Katakanlah : Tiada aku peroleh dalam wahyu yang di wahyukan kepadaku, sesuatu yang di haramkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor……(Al-An’am : 145) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ketiga : Darah yang mengalir dari hewan yang masa hidup dan setelah matinya suci, maka darahnya suci. Dikecualikan darinya darah manusia menurut mayoritas ulama’. Karena darah manusia itu darah yang keluar dari sesuatu yang suci saat hidup dan suci juga setelah matinya. Meski demikian, menurut jumhur ulama’ darahnya najis, namun jika darah itu sedikit, maka hal tersebut dimaafkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Keempat : Darah yang keluar dari dubur dan kemaluan. Darah tersebut najis. Dan tetap najis walaupun darah itu sedikit.karena saat seorang wanita bertanya tentang darah “haidh” yang mengenai pakaaian, nabi menyuruh agar menyucinya tanpa merinci tentang darah tersebut.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;( Fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsamin No 149 , Bab Pembatal Wudhu, jilid 11, hal ; 142)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-4137619365716752854?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/4137619365716752854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/najiskah-darah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/4137619365716752854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/4137619365716752854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/najiskah-darah.html' title='Najiskah Darah'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SciycuqbgcI/AAAAAAAAAFg/nM3xorSVQuk/s72-c/7455_Digital_World_66.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-576474243997831981</id><published>2009-03-23T21:10:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T08:07:45.478-07:00</updated><title type='text'>Zakat Fitrah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/ScheZIg5omI/AAAAAAAAAFA/D2x9Aq1fOfA/s1600-h/article_world.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/ScheZIg5omI/AAAAAAAAAFA/D2x9Aq1fOfA/s320/article_world.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316603145986089570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Zakat Fitrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 51);"&gt;   (  oleh : Ahmad bin Syarif  )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; Definisi Zakat Fitrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan atau disebabkan berbuka pada bulan Ramadhan atau ketika idul fitri, disebut juga “Shadaqatul fitri” karena lafadz shadaqah bermakna zakat sebagaimana telah banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits, disebut juga dengan zakat fitrah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;DALIL ZAKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; Dalil Al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Allah SWT berfirman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;وأتواالزكاة ( البقرة: ۱۱٠)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;“Dan tunaikanlah zakat” (Al Baqaroh: 110)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;  Dalam kaidah ushul fiqih dikatakan “Suatu perintah menunjukkan kewajiban”  ayat ini memerintahkan kita umat islam untuk menunaikan zakat secara umum.Adapun ayat yang secara langsung memerintahkan kita untuk menunaikan zakat fitrah ialah firman Allah k dibawah ini    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Allah swt berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;قد افلح من تزكى . وذكراسم ربه فصلى . ( الاعلى: ۱٤,۱٥)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang membersihkan diri, dan ia ingat nam,a Rabbnya lalu ia mendirikan shalat.” (Al A’la: 14-15)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; Jumhur ulama tafsir seperti Atha’, Abu Aliyah, Ibnu Siirin, Abu Sa’id Al-Khudri dan ibnu Umar berpendapat bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan shadaqah fitri,dan yang dimaksud dengan membersihkan diri dalam ayat diatas ialah dengan memberikan sebagian harta pada akhir bulan Ramadhan, sedangkan Ibnu Abbas dan Ad-Dhohak berkata: menunaikan zakat sebelum melaksanakan shalat iedul fitri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; Dalil Hadits:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;“Dari ibnu Abbas ia berkata: rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih untuk orang-orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kotor, juga sebagai makanan untuk orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikan sebelum shalat ied maka zakatnya diterima (zakat fitrah) dan bagi siapa yang menunaikan setelah shalat maka ia seperti shadaqah biasa” (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;IV. Hukum zakat fitrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ  أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنْ الْمُسْلِمِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;“Dari Ibnu Umar  bahwasanya Rasulullah  mewajibkan zakat fitrah pada bulan ramadhan, satu sha’ dari kurma kering, atau satu sha’ dari gandum kepada setiap yang merdeka atau hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan dari kalangan umat islam.”(HR. Al-Jama’ah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Mayoritas ulama dari kalangan salaf dan khalaf berpendapat: “Bahwa hukum zakat fitri rardhu ‘ain atau wajib bagi setiap jiwa muslim, karena umumnya lafadz dalam alqur’an, “Dan tunaikanlah zakat”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; Adapun ulama yang berpendapat fardhu ialah: Imam Malik, Syafi’i,dan Ahmad.dan Abu Hanifah berpendapat wajib.  Dalam hal ini para ulama’ tidak membedakan antara fardhu dengan wajib, sama-sama perintah Allah SWT yang harus di laksanakan oleh jiwa yang mengakui dirinya beriman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Sedangkan sebagian ulama’ kholaf dari kalangan madzhab Imam Ahmad dan pengikut madzhab Imam Malik berpendapat sunnah, begitu pula pendapat sebagian penduduk Iraq, mereka berhujjah dengan hadits yang di riwayatkan oleh Imam Ahmad dan An-Nasa’i.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَدَقَةِ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ تَنْزِلَ الزَّكَاةُ فَلَمَّا نَزَلَتْ الزَّكَاةُ لَمْ يَأْمُرْنَا وَلَمْ يَنْهَنَا وَنَحْنُ نَفْعَلُهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Dari Qois bin sa’ad bin Ubadah ia berkata : “Rasulullah SAW telah memerintahkan kita untuk menunaikan zakat sebelum di turunkan ayat yang berkenaan dengan zakat, dan ketika ayat itu di turunkan  Rasulullah tidak memerintahkan dan tidak pula melarang  kita, akan tetepi kita tetap melaksanakannya”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; Menurut Ibnu Hajar Al-Atsqolani Hadits ini ada periwayat yang tidak di ketahui , Al-Hakim berkata Hadits ini shahih dengan syarat Bukhori dan Muslim. Oleh karena itu pendapat yang lebih kuat ialah  wajib.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;. Hikmah di Syariatkan Zakat Fitrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Hikmah di wajibkannya Zakat Fitrah telah di terangkan dalam hadits yang di riwayatkan Ibnu Abbas ia berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang-orang yang berpuasa dari hal yang sia-sia dan Kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin  (HR.Ibnu Majah, Abu Dawud)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Dari hadits ini ada dua Hikmah dapat kita ambil : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;a. Sebagai pembersih jiwa orang-orang yang berpuasa Ramadhan dari berbagai macam perkataan yang sia-sia dan kotor, Puasa yang sempurna ialah menahannya lisan dan anggota tubuh dari segala kema’siatan yang sering di lakukan kedua telinga, mata, tangan, kaki, dan menjauhi apa-apa yang di larang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Adanya zakat fitrah juga sebagai penutup catatan amal kebaikan bagi orang yang berpuasa, bagaikan seseorang yang mandi menyucikan diri dari segala kotoran yang berbahaya untuk kesehatannya, Karena kebaikan akan menghilangkan keburukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;          Sebagaimana kedudukan shalat sunnah rowatib sebagai pelengkap kekurangan ketika shalat  fardhu lima waktu, seperti lalai atau hal lainnya dari adab-adab shalat, sebagian ulama juga memisalkan zakat seperti sujud sahwi, seperti ungkapan Waqi’ bin Jarrah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;زكاة الفطر لشهر رمضان, كسجدة السهو للصلاة تجبر نقصان الصوم كما يجبر السجود نقصان الصلاة.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;“Zakat fitrah untuk bulan ramadhan bagaikan sujud sahwi ketika akhir shalat, mengganti kekurangan orang yang berpuasa, sebagaimana sujud sahwi pengganti kekurangan dalam shalat”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;b. Zakat juga sebagai amal sosial, dan penyubur kasih sayang sesama umat islam sekaligus bantuan bagi fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan bantuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Hari raya Idul fitri adalah hari bahagianya orang-orang yang berpuasa, maka hendaknya yang mempunyai harta lebih berbagi kebahagiaan pada seluruh umat islam yang kurang mampu, karena meraka tidak akan merasakan kebahagiaan dan suka cita jikalau mereka melihat orang-orang mempunyai kelebihan harta memakan makanan yang lezat dan istimewa sedangkan ia sama sekali tidak mempunyai sedikit pun makanan pada hari raya umat islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Itulah hikmah yang telah ditetapkan oleh Allah  sebagai kewajiban bagi seluruh umat islam untuk membagikan kelebihan harta mereka kepada orang yang lebih membutuhkannya. Dan mencegah orang-orang fakir dari hinanya meminta-minta pada hari raya iedul fitri. Dalam hadits di sebutkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;أغنوهم فى هذا اليوم (البيهقى)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;“Cukupkanlah mereka pada hari ini” (HR. Baihaqi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;. Siapakah yang Wajib Menunaikan Zakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Zakat fitrah diwajibkan bagi siapa saja yang memiliki satu sho’ makanan pokok hari itu dan masih mempunyai persediaan selama satu hari satu malam berikutnya, demikian pendapat Imam Malik, Syafi’i, Ahmad dan Syaukani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Zakat fitrah ini merupakan kewajiban atas seluruh umat islam, tiada perbedaan antara yang merdeka atau budak sahaya, laki-laki maupun perempuan, muda maupun tua, bahkan tidak ada perbedaan antara yang kaya berkecukupan atau yang kekurangan selama ia masih mampu sebagaimana pendapat diatas.  Adapun yang diperbolehkan  di bayarkan  zakatnya ialah sebagai berikut&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;a. Istri dan Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Seorang istri atau anak juga diwajibkan membayar zakat, akan tetapi seorang suami boleh membayarkan untuknya. Ini pendapat Abu Hanifah. Sedangkan menurut pengikut Adz Dzahabi di anjurkan bagi seorang istri membayar zakatnya sendiri dari harta yang ia miliki dan Imam Malik, Syafi’i, Ahmad, Al Laits dan Ishaq berpendapat hendaknya seorang suami mengeluarkan zakat untuk istrinya, anak-anaknya, dan pembantunya dikarenakan nafkah mereka masih berada dibawah tanggung jawabnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Bagi seorang anak yang mempunyai harta sendiri dibolehkan mengeluarkan untuk dirinya sendiri. Muhammad bin Hasan berkata: Zakat fitrah anak mutlaq bagi ayahnya, jika ia tidak mempunyai orang tua maka ia tidak diwajibkan, walaupun anak itu belum berpuasa ia tetap dizakati sebagai makanan untuk orang-orang yang membutuhkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;b. Janin Dalam Rahim &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Bagi janin para ahli fiqih tidak mewajibkannya, akan tetapi jika bayi itu lahir sebelum malam idul fitri maka ia wajib di zakati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Sedangkan pendapat Ibnu Hazm: Jika janin telah sempurna penciptaannya dalam rahim ibu selama 120 hari sebelum terbitnya fajar pada malam idul fitri, maka ia wajib dizakati sebagaimana diterangkan dalam hadits bahwa ruh ketika itu telah ditiupkan. Ibnu Hazm berhujjah dengan hadits yang memerintahkankan anak kecil wajib dizakati dan janin masuk dalam golongan anak kecil. Setiap hukum yang diwajibkan untuk anak kecil maka diwajibkan pula baginya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Ia juga berhujjah dengan kebiasaan Utsman bin Affan  yang mengeluarkan zakat untuk anak-anak kecil, dewasa dan yang masih dalam kandungan. Akan tetapi apa yang dilakukan Kholifah Utsman ini tidak mengisyaratkan wajib kecuali hanya sunnah. Dan Imam Ahmad juga berpendapat sunnah atau dibolehkan dan tidak wajib. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;c. Budak Sahaya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Bagi seseorang yang mempunyai budak maka ia boleh membayarkannya, jika  hamba itu ahlu dzimmah maka para ulama memperselisihkannya. Umar bin Abdul Aziz, Atho’, Mujahid, Sa’id bin Jubair, An-Nakhoi Ats-Tsauri dan Ishaq berpendapat bahwa seorang tuan muslim juga dianjurkan membayarkan zakat untuk hamba sahayanya yang dzimmi (Orang kafir yang dilindungi dalam negara Islam). Adapun pendapat Imam Malik, Syafi’i dan Ibnu Tsaur mereka tidak wajib membayar zakat, baik dia orang merdeka atau hamba sahaya yang hidup dibawah naungan negara yang menerapkan syari’at Islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;.       Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Untuk menentukan waktu pengeluaran zakat maka disini ada dua pendapat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;a. Disunnahkan mengeluarkan zakat fitrah sebelum melaksanakan shalat ied setelah terbit fajar, karena Nabi  memerintahkan untuk menunaikannya sebelum kaum muslimin keluar untuk malaksanakan shalat ied. Dalam hal ini Ibnu Abbas meriwayatkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَات&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;“Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum shalat maka zakatnya di terima (sebagai Zakat fitrah)dan barang siapa yang megeluarkannya setelah shalat maka ia seperti shodaqoh biasa” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Sebagian Ulama’ berpendapat, zakat dikeluarkan pada saat terbenamnya matahari pada akhir bulan ramadhan, maka barang siapa ketika itu ia menikah, mempunyai budak sahaya atau melahirkan anak, atau masuk islam sebelum terbenamnya matahari, maka ia wajib mengeluarkan zakat. Ini pendapat imam Ahmad, Ishaq, Malik, Syafi’i. sedangkan pendapat Al Laits dan Abu Tsaur adalah setelah terbitnya fajar pada hari raya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;b. Memajukan satu hari atau dua hari sebelum hari raya juga diperbolehkan dan tidak lebih dari itu. Ibnu Umar berkata: “Para sahabat mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat ied satu hari atau dua hari. (HR. Bukhari, Abu Dawud )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Tidak sah jika seseorang mengeluarkan zakat fitrah setelah shalat kecuali shadaqah itu menjadi shadaqah biasa, dan ini juga untuk membedakan dengan zakat maal jika  ditinjau dari segi waktu, jika di tijau dari segi  manfaat zakat fitrah sebagai pembersih kotoran pada bulan ramadhan, dan zakat maal sebagai pembersih dari harta yang berlebih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;VIII. Ukuran dan Jenis Makanan untuk Zakat Fitrah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;      Dalam Bab ini ada beberapa pembahasan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;a. Zakat Fitrah dengan Satu Sho’ Makanan Pokok. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;     Menuru Ijma’ ukuran zakat fitrah untuk tiap jiwa adalah 1 sha’ (1 sha’= 4,1 mud = 576 gram = 2,75 liter)  berupa makanan dari daerah setempat seperti gandum, kurma, beras, anggur, jagung dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;     “Abu Sa’id Al-Khudri ia  berkata: “Ketika Rasulullah  hidup ditengah-tengah kami, kami mengeluarkan zakat fitrah untuk setiap anak-anak, orang dewasa dan budak sebanyak satu sha’ makanan atau satu sho’ keju atau satu sho’ gandum atau satu sho’ kurma atau satu sh’, anggur. Dan kami tetap mengeluarkannya sehingga Mu’awiyah menunaikan haji dan umrah, kemudian ada salah seorang sahabat berdiri diatas mimbar dan berkata tentang perihal itu:” Sesungguhnya aku melihat bahwa setengah sho’ gandum di Syam sama  dengan satu sho’ kurma, maka para penduduk melakukan hal itu. (Muttafaq ‘alaih) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;          Akan tetapi dalam hal ini sebagian ulama berbeda pendapat dalam menentukan kadar zakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;          Imam At-Tirmidzi berkata: Semua jenis tanaman maka zakatnya satu sho’ dan ini pendapat Imam Syafi’i dan Ishaq.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;    Abu Hanifah membolehkan untuk berzakat dengan harta atau mata uang yang senilai dengan satu sho’ dan ia juga berpendapat “jika seseorang berzakat dengan gandum maka ia cukup dengan setengah sho”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;    Dan Sebagian ulama’ seperti Sufyan, Ibnu Mubarak dan penduduk Kufah berpendapat bahwa semua sesuatu dari tanaman maka zakatnya satu sho’ kecuali gandum, kerena  setengah sho’ gandum sama dengan satu sho’ makanan pokok lainnya , mereka berdalih dengan hadits berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;   “Dari Abi Syu’air dari ayahnya bahwa Rasulullah  bersabda: “Keluarkanlah shadaqtul fitri kalian dengan satu sho’ dari gandum atau setengahnya, atau satu sho’ dari biji gandum atau satu sho’ kurma kering untuk setiap satu jiwa. (HR. Abu Dawud) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Dalam hadits yang lain disebutkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;    “Diriwayatkan dari sa’id bin Musayyib bahwa ia berkata: bahwasanya shodaqoh fitri pada masa Rasulullah  adalah setengah sho’ dari biji gandum, atau satu sho’ dari jelai atau satu sho’ dari kurma kering (HR. Abu Dawud dan Al Baihaqi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;     Begitu pula pendapat Ibnu Qoyyim dan Ibnu Taimiyah mereka berpendapat boleh dengan setengah sho’ gandum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;     Berdasarkan pendapat-pendapat di atas maka Zakat Fitrah yang lebih utama adalah dengan satu sho’ makanan pokok dan tidak mengapa jika kita ingin mengeluarkan gandum dengan setengah sho’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;b. Zakat dengan Selain Makanan Pokok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;     Jika suatu daerah itu tidak ada jenis-jenis makanan pokok yang telah dijelaskan oleh nash diatas, maka diganti dengan tumbuh-tumbuhan yang berbiji atau buah dan tidak diperkenankan mengganti dengan selainnya seperti daging atau susu, ini menurut pendapat Abu Bakar. Ia juga menjelaskan satu sho’ dari makanan itu ialah dari gandum atau jagung dan apa-apa yang bisa ditakar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;     Diperbolehkan juga dengan tepung karena bisa ditakar dan bisa disimpan. Ini pendapat Imam Ahmad dan Suwaiq. Sedangkan Imam Malik dan  Syafi’i tidak membolehkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;     Dan tidak diperbolehkan membayar dengan roti, karena ia tidak bisa ditakar atau di simpan. Begitu juga dengan biji yang cacat, yang sudah lama (kadaluarsa) dan rasanya berubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;c. Membayar dengan Uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;     Banyak umat islam yang mengatakan bahwa Umar bin Abdul Aziz berzakat dengan uang, akan tetapi Imam Malik, As-Syafi’i dan Ats-Tsauri tidak membolehkan. mengganti zakat dengan uang, karena hal itu menyelisih Rasulullah  sedangkan Abu Hanifah membolehkan dengan alasan karena zakat fitrah diwajibkan kepada umat islam untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan orang-orang fakir, dan kebutuhan fakir miskin berbeda-beda, mereka berdalih dengan hadits Ibnu Umar  bahwa “zakat sebagai bantuan makanan untuk fakir miskin” mencukupi fakir miskin bisa dengan memberikan uang atau sejenisnya yang dibutuhkan oleh mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;. Masalah Seputar Zakat Fitrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;1. Zakat Istri Untuk Suami. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Istri yang kaya boleh memberikan zakat kepada suaminya yang miskin. Namun suami tidak boleh memberikan zakat fitrahnya kepada istrinya. Karena nafkah istri adalah kewajibannya dan nafkah suami bukan kewajiban istri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;2. Gugurnya Zakat Fitrah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Zakat fitrah gugur dari orang yang tidak mempunyai makanan pada waktu mengeluarkannya. Karena Allah  tidak membebani seorang hamba melainkan sesuai kadar kemampuannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Dan barangsiapa makanannya tersisa kemudian ia mengeluarkannya sebagai zakat fitrah, maka zakatnya sah karena Allah  berfirman: “Maka bertaqwalah kalian semampu kalian”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;3. Memberikan Zakat kepada Satu Orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Zakat fitrah satu orang boleh diberikan kepada beberapa orang dengan dibagi rata terhadap mereka. Dan juga dibolehkan zakat fitrah beberapa orang diberikan kepada satu orang. Karena perintah zakat fitrah ini mutlak tanpa pembatas. Ini adalah pendapat Imam Malik, Abu Tsaur, Ibnu Mundzir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;4. Tempat Ditunaikannya Zakat Fitrah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Zakat fitrah wajib bagi setiap muslim dinegeri manapun ia berada ketika malam idul Fitri pada Akhir bulan Ramadhan  .kecuali seorang anak yang pergi menuntut ilmu dan ia jauh dari keluarga maka zakatnya di tanggung oleh walinya, begitu juga seorang istri.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;5. Mendistribusikan Zakat Fitrah Untuk Fisabilillah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Pada asalnya yang berhak mendapatkan zakat fitrah adalah para fakir miskin yang tidak mendapatkan makanan pada hari iedul fitri. Jika mereka sudah mendapatkan jatah semua maka zakat fitrah boleh didistribusikan kepada delapan golongan yang disebutkan Allah  dalam Al Qur’an termasuk golongan fisabilillah. Namun para ulama sendiri belum sepakat dalam menentukan maksud fisabilillah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Mayoritas ulama mengatakan maksud fisabilillah adalah para mujahid yang berperang melawan orang-orang kafir dengan senjata. Dan sebagian ulama mengatakan bahwa fisabilillah adalah seluruh proyek islam yang memberikan manfaat bagi orang lain. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa fisabilillah adalah seluruh aktivitas yang bertujuan menegakkan kalimat islam dengan berbagai bentuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Dengan demikian, menurut mayoritas ulama’ zakat fitrah tidak boleh didistribusikan ke lembaga-lembaga pendidikan ataupun pembangunan masjid. Sedang menurut sebagian ulama hal itu diperbolehkan karena termasuk proyek islam yang bermanfaat bagi orang banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;6. Zakat Fitrah Untuk Amil Zakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Amil zakat boleh mengambil bagian dari zakat fitrah karena mereka masuk dalam delapan golongan orang yang berhak mendapatkan zakat fitrah, jika seluruh fakir miskin sudah mendapatkan jatahnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;عن عطاء بن يسر عن النبي  أنه قال: (لا تحل صدقة لغني إلا لخمسة : لغاز فى سبيل الله, أو لعامل عليها, أو لغارم.....) {رواه أبو داود: ۱/ ٣۸٠&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;“Dari Atho’ bin Yasar dari Nabi  beliau bersabda : “Shadaqah tidak halal bagi orang kaya kecuali dari lima golongan : Orang yang berperang di jalan Allah, Amil atau orang yang terlilit hutang…..” (HR. Abu Daud 1 / 380)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;7. Zakat Anak Yatim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Zakat fitrah bagi anak kecil yang tidak mempunyai orang tua atau yatim piatu maka ia tidak wajib mengeluarkan zakat, karena nafkah anak ditanggung oleh seorang ayah. Tapi jika ia mampu membayar sendiri tidak mengapa ia mengeluarkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;8. Ukuran Orang Indonesia Disebut Fakir Atau Miskin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Ukuran orang fakir miskin di Indonesia adalah orang yang mendapatkan makanan pada hari raya iedul fitri. Atau orang yang mendapatkannya tidak bisa mencukupi kehidupan sehari-harinya, atau orang yang pendapatannya dibawah standar yang telah ditentukan oleh pemerintah seperti ketidak mampuan keluarga tersebut untuk makan minimal dua kali sehari, atau menempuh pendidikan sembilan tahun, atau mendapatkan pelayanan kesehatan standar dan tak mampu membeli pakaian layak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Ada yang menentukan kriteria miskin untuk masyarakat kota adalah yang berpendapatan kurang dari Rp. 138.803 / bulan atau Rp. 1.665.636 / tahun. Adapun untuk masyarakat desa adalah kurang dari Rp. 105.888 / bulan atau 1.270.656 / tahun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Ada yang berpendapatan kurang dari Rp. 8.328.180 / rumah tangga / tahun bagi yang hidup di kota atau yang berpendapatan kurang dari Rp. 6.353.280 / rumah tangga / tahun bagi yang hidup didesa dengan asumsi  5 jiwa / rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Namun ada juga yang menentukan criteria orang miskin didesa dengan cirri-ciri sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; Dalam sehari makan kurang dari 3 kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; Penghasilan tidak tetap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; Tidak mempunyai sawah atau lading.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; Hidup dirumah sederhana dari bilik bambu ukuran 6 X 4 M2  dan berlantai tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Termasuk para jompo, manula dan para janda yang ditinggal mati suaminya. Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Kesimpulan&lt;br /&gt;Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan pada akhir bulan ramadhan berupa makanan pokok atau semua sesuatu yang dibutuhkan fakir miskin dan diutamakan makanan pokok.&lt;br /&gt;Zakat fitrah diwajibkan kepada seluruh umat islam sejumlah satu sho’ dengan beberapa ketentuan yang telah saya paparkan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Penutup&lt;br /&gt;Dan akhirnya kepada Allah saya memohon ampun atas segala kesalahan dalam penulisan makalah ini, karena tidak ada manusia yang sempurna, dan penulis membuka selebar-lebarnya masukan yang membangun untuk kebaikan penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI :&lt;br /&gt;1. Al-Qur’anul Karim&lt;br /&gt;2. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Al-Qurtubi&lt;br /&gt;3. Shahih Muslim, Imam Muslim , Darul Fikr&lt;br /&gt;4. Musnad Imam Ahmad, Imam Ahmad, Baitul Afkar&lt;br /&gt;5. Shahih Ibnu Majah, Ibnu Majah, Maktabah Al-Ma’arif&lt;br /&gt;6. Sunan Abu Daud, Imam Abu Daud , Darul Ibnu Hazm&lt;br /&gt;7. Al-Muqni , Ibnu Qudamah Al-Maqdisi, Maktabah Al-Hajr&lt;br /&gt;8. Fikih Sunah, Sayid Sabiq, Darul Fatih&lt;br /&gt;9. Bidayatul Mujtahid, Ibnu Rusd , Darul Kitab Al-Ilmiyah&lt;br /&gt;10. Fikih Ibadah , Hasan Ayub&lt;br /&gt;11. Fikih Zakat, Yusuf Qordowi, Mu’asasah Ar-Risalah&lt;br /&gt;12. Fikih Kontemporer, Yusuf Qordowi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-576474243997831981?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/576474243997831981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/zakat-fitrah_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/576474243997831981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/576474243997831981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/zakat-fitrah_23.html' title='Zakat Fitrah'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/ScheZIg5omI/AAAAAAAAAFA/D2x9Aq1fOfA/s72-c/article_world.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-115606975626154331</id><published>2009-03-18T06:17:00.001-07:00</published><updated>2009-03-23T21:26:15.608-07:00</updated><title type='text'>Fiqih Klasik dan Fiqh Konteporer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/ScSVCOh_YSI/AAAAAAAAAEw/BKlkQ71r9qs/s1600-h/greenfield02.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/ScSVCOh_YSI/AAAAAAAAAEw/BKlkQ71r9qs/s320/greenfield02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315537325696966946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pandangan terhadap kitab-kitab fiqih pada masa lalu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukuan Fiqh pada masa lalu dan kontemporer sudah di perinci sesuai sub pembahasan agar lebih mudah di fahami yang disebut juga dengan Al-Furuu’.&lt;br /&gt;Walaupun di sana banyak perbedaan akan tetapi perbedaan itu tidak mengurangi keistimewaan masing-masing, menunjukkan betapa besarnya pengaruh Ulama’ terdahulu, mereka telah membuktikan kemampuan mereka pada kaum muslimin, begitu pula pada Fuqoha’ muslimin luasnya wawasan dan tajamnya ideologi serta kekuatan ijtihad mereka.&lt;br /&gt;Dengan kesungguhan itu mereka banyak mewariskan terbagi kitab-kitab yang bernilai tinggi, sedangkan pembahasan yang berkenaan dengan fiqih adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;1. Masih bercampurnya kitab-kitab fiqh dengan ilmu syar’i yang lainnya, seperti ilmu hadits.&lt;br /&gt;2. Ada pula yang menyusun secara khusus dan ilmu yang lain sebagai pelengkap. &lt;br /&gt;3. Ada pula yang menjelaskan dari salah satu segi atau judul tertentu, seperti kitab “Al-Amwal” karangan Abu Ubaid Al-Qosim bin Salam.&lt;br /&gt;Dan perlu diketahui bahwa semua karya mereka tidak lepas dari segi tertentu seperti dalam hal berikut : &lt;br /&gt;1  Dari segi penyusunan belum tersusun secara sistematik sesuai sub pembahasan.&lt;br /&gt;2 Dari segi uslub atau pilihan kalimat yang di gunakan susah di mengerti untuk masa    kini, di karenakan dua hal yaitu ;&lt;br /&gt;a. Penekanan ibaroh yaitu perkataan yang pendek akan tatepi luas maknanya&lt;br /&gt;b. Banyaknya memakai istilah yang gaya bahasanya tidak di fahami penduduk lain. &lt;br /&gt;3 Dari segi isi dan kandungan masih banyaknya masalah-masalah atau perkara-perkara  baru  yang belum ada penjelasannya pada masa lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan terhadap kitab-kitab fiqih pada masa kontemporer&lt;br /&gt;Beberapa aspek positif dari kitab-kitab fiqih kontemporer yaitu :&lt;br /&gt;1. Baiknya Penyusunan dan pembagian bab-bab sudah tersusun secara sistematik dan aplikatif yang mudah untuk di fahami. &lt;br /&gt;2. Mudahnya gaya bahasa  dan pilihan kalimat yang di gunakan.&lt;br /&gt;3. Penyusunan kitab di titik beratkan pada pada kajian ilmiyah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun juga semua itu tidak lepas dari kekurangan bahkan sangat  rawan terlepas dari bahaya, sehingga musuh musuh islam dengan mudah menyebarkan propaganda terutama para orientalis yang ingi menghancurkan islam dari dalam.&lt;br /&gt;Terkadang munculnya pembahasan fiqih pada masa kontemporer di pengarui oleh masalah-masalah baru dan sulit  yang di hadapi kaum muslimin seperti riba, asuransi, hingga masalah politik dan kenegaraan. &lt;br /&gt;  Adapun kelemahan mereka yaitu :&lt;br /&gt;a. Lemahnya mereka dalam aspek ilmiyah, bahkan sampai membolehkan sesuatu yang di larang syari’at.&lt;br /&gt;b. Ketika mereka  mengkaji perkara yang baru tanpa di bekali ilmu yang cukup maka mereka akan terjerumus dalam kesalahan fatal. &lt;br /&gt;c. Sebagian besar penulisan suatu perkara pada masa kontemporer dengan cara kajian khusus, baik itu dalam bentuk tulisan yang pendak maupun panjang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-115606975626154331?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/115606975626154331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/pandangan-terhadap-kitab-kitab-fiqih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/115606975626154331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/115606975626154331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/pandangan-terhadap-kitab-kitab-fiqih.html' title='Fiqih Klasik dan Fiqh Konteporer'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/ScSVCOh_YSI/AAAAAAAAAEw/BKlkQ71r9qs/s72-c/greenfield02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-7764559616617922434</id><published>2009-03-18T06:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T00:24:11.173-07:00</updated><title type='text'>Valentine day</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/ScSV_nGAZHI/AAAAAAAAAE4/9iw_oFE9eWI/s1600-h/SURGA+CINTA.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 144px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/ScSV_nGAZHI/AAAAAAAAAE4/9iw_oFE9eWI/s320/SURGA+CINTA.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315538380262499442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BAHAYA VALENTINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine's Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. Biasanya pada 14 Februari mereka saling mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta. &lt;br /&gt;Sangat disayangkan banyak ABG khususnya teman-teman kita, para remaja putri muslimah yang terkena penyakit ikut-ikutan dan mengekor budaya Barat atau budaya ritual agama lain akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine. Belakangan, Virus Valentine tidak hanya menyerang remaja bahkan orang tua pun turut larut dalam perayaan yang bersumber dari budaya Barat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Valentine &lt;br /&gt;Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. &lt;br /&gt;Claudius II melihat St.Valentine meng-ajak manusia kepada agama Nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya. Dalam versi kedua , Claudius II meman-dang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengada-kan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine." Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani ber-sama 46 kerabatnya. &lt;br /&gt;Versi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkum-pul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan " dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini." &lt;br /&gt;Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat " dengan nama Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani. &lt;br /&gt;Versi lain mengatakan St.Valentine di-tanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih, oleh karenanya ia dihukum mati. Maha Tinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang dzalim tersebut. &lt;br /&gt;Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi!!! &lt;br /&gt;Hukum Valentine &lt;br /&gt;Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ." (HR. At-Tirmidzi). &lt;br /&gt;Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu ke-mungkaran yang besar. Ibnul Qayyim berkata, "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutu-kan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah." &lt;br /&gt;Abu Waqid Radhiallaahu 'anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih). &lt;br /&gt;Adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci orang-orang kafir serta menyelisihi mereka dalam ibadah dan perilaku. Serta mengetahui bahwa sikap seperti ini di dalamnya terdapat kemas-lahatan yang tidak terhingga, sebaliknya gaya hidup yang menyerupai orang kafir justru mengandung kerusakan yang lebih banyak. &lt;br /&gt;Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang, lagi pula, menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya: &lt;br /&gt;" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim ." (Al-Maidah:51) &lt;br /&gt;"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah: 22) &lt;br /&gt;"Dan janganlah belas kasihan kepada kedua pezina tersebut mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat." (An-Nur: 2) &lt;br /&gt;Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah (tuntunan Allah dan Rasul-Nya). Tidak ada suatu bid'ah pun yang dihidupkan kecuali saat itu ada suatu sunnah yang ditinggalkan. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at shalatnya membaca, &lt;br /&gt;"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pu-la jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7) &lt;br /&gt;Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela. &lt;br /&gt;Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang mempe-ringatinya. Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari ritual agama lain! &lt;br /&gt;Hadiah yang diberikan sebagai ung-kapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka. &lt;br /&gt;Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda. &lt;br /&gt;Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir. &lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan: &lt;br /&gt;" Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (Al-Hadits). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin: &lt;br /&gt;Pertanyaan: &lt;br /&gt;Pada akhir-akhir ini ini telah tersebar dan membudaya perayaan hari Valentine -terutama di kalangan pelajar putri, padahal ia merupakan salah satu dari sekian macam hari raya kaum Nashrani. Biasanya pakaian yang dikenakan berwarna merah lengkap dengan sepatu, dan mereka saling tukar mawar merah. Bagaimana hukum merayakan hari Valentine ini, dan apa pula saran dan anjuran anda kepada kaum muslimin. Semoga Allah selalu memelihara dan melindungi anda. &lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: &lt;br /&gt;Pertama: ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam. &lt;br /&gt;Kedua : ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) - semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. &lt;br /&gt;Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-7764559616617922434?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/7764559616617922434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/valentine-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/7764559616617922434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/7764559616617922434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/valentine-day.html' title='Valentine day'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/ScSV_nGAZHI/AAAAAAAAAE4/9iw_oFE9eWI/s72-c/SURGA+CINTA.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-8398979101002482569</id><published>2009-03-11T02:42:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T18:49:10.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Holy Day'/><title type='text'>Pengharaman Khomer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SchkExZke7I/AAAAAAAAAFY/NnZgRLnUlZg/s1600-h/renang.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SchkExZke7I/AAAAAAAAAFY/NnZgRLnUlZg/s320/renang.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316609393253710770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selayang Pandang Pengharaman &lt;br /&gt;khomer&lt;br /&gt;( oleh : Ahmad bin Syarif )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muqodimah&lt;br /&gt;Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat allah  yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabiyullah Muhammad para sahabat, tabi’in, tabi’u tabi’in, dan siapa saja yang senantiasa meniti jalan beliau hingga hari akhir kelak.&lt;br /&gt;Di latar belakangi berbagai fenomena berkenaan dengan mulai banyaknya remaja islam generasi umat yang mengkonsumsi minuman keras dalam kehidupan sehari-hari mereka bahkan realitanya mereka tidak menyadari terjerumusnya mereka ke lembah kenistaan ini akan berakibat fatal dengan penuh kehinaan, karena itu semua  sumber dari segala kehancuran hidup dan masa depan, oleh karena itu dengan keterbatasan ilmu, penulis mencoba untuk menyusun makalah ini semoga menjadi amal ibadah bagi penulis dan bermanfaat bagi pembaca umumnya agar lebih bisa memahami hakekat dan hikmah dibalik pengharaman khomer itu sendiri.&lt;br /&gt;DEFINISI KHOMER&lt;br /&gt;Khomer adalah segala yang memabukkan, baik dari perasan anggur atau yang lainnya(2). Dinamakan khomer karena dia dapat menutup akal, atau jika dibiarkan beberapa lama dia akan membentuk buih dan dapat menghilangkan keseimbangan serta kesadaran akal(3). &lt;br /&gt;Khomer  di mata para Ulama’&lt;br /&gt;Para Ulama berbeda pendapat tentang batasan khomer. Madzhab Hanafi mengatakan bahwa khomer adalah minuman yang memabukkan dan hanya terbatas terbuat dari (perasan) buah anggur(4). Sedangkan murid beliau yaitu Imam Abu Yusuf dan Muhammad Asy Syaibani mengatakan bahwa khomer adalah perasan anggur yang mulai menggelegak, baik ia membentuk buih atau tidak(5). Dan Jumhur Ulama menolak kedua pendapat di atas dengan pernyataan sebagai berikut : khomer adalah perasan buah anggur yang mulai menggelegak dan berbuih, tetapi ia dapat juga digunakan pada setiap minuman yang memabukkan, apakah itu dari biji gandum, korma, atau yang lainnya(6). Apabila kita melihat dan mengkaji pendapat para Ulama tersebut dan melihat fakta yang ada sekarang ini, ternyata banyak orang-orang mabuk tidak hanya karena khomer yang terbuat dari perasan anggur saja. Ditambah lagi bahwa khomer pada masa jahiliyah dan Islam tidak hanya terbuat dari perasan anggur saja, tetapi juga dibuat dari biji gandum, jewawut (sekoi), madu dan kismis. Diriwayatkan dari Ibnu Umar , bahwa Umar bin Khathab , pernah berpidato sebagai berikut, &lt;br /&gt;"Sesungguhnya ketika diturunkan ayat haramnya khomer, khomer (biasanya) dibuat dari lima jenis bahan yaitu anggur, putik korma, madu, jewawut dan biji gandum. Sesungguhnya khomer adalah minuman yang menutupi akal/menghilangkan keseimbangan dan kesadaran akal"(7).&lt;br /&gt;Khomer juga dibuat dari jagung,korma, gandum dan berbagai macam buah-buahan dan biji-bijian, sebagaimana uraian yang pernah disampaikan oleh Rasulullah  mengenai hal itu, &lt;br /&gt;"Sesungguhnya khomer itu dibuat dari perasan anggur, kismis, putik korma, jewawut, biji gandum dan jagung. Aku melarang kalian (minum) setiap minuman yang memabukkan"(8). &lt;br /&gt;Dari uraian di atas jelas bahwa semua minuman yang terbuat dari apapun, jika memabukkan, adalah khomer. Termasuk bahan-bahan yang tidak didapat pada masa Rasulullah .&lt;br /&gt;Di Ethiopia misalnya, khomer dibuat dari biji kopi yang dikenal sejak masa Kaisar Ethiopia, Haile Selassil (1941-1975). Di Indonesia, khomer dibuat dari nira, kelapa atau siwalan yang biasanya diasamkan dalam tabung bambu. Di Inggris, khomer disuling dari gula tetes yang sebelumnya telah dilarutkan dalam sisa penyulingan yang telah mengalami proses peragian. Di Jepang, khomer dibuat dari peragian beras dan lain-lain. Dari sini bisa disimpulkan bahwa semua minuman yang memabukkan adalah khomer dan setiap khomer adalah haram(9).&lt;br /&gt;ALKOHOL - KHOMeR DAN PEMANFAATANNYA &lt;br /&gt;               Ketika generasi Islam telah mengadopsi ideologi-ideologi Kapitalis dan Sosialis serta menjadikannya sebagai standart dalam perilaku, maka warna dan ciri khas Islam telah pudar. Tingkah laku mereka sudah tidak berwarnakan Islam lagi. Sehingga setiap aktivitas yang menurut Islam adalah buruk, mereka menganggapnya sebagai perbuatan baik dan bermanfaat. Berawal dari itu semua, lahirlah generasi-generasi yang hidupnya selalu bersenda-gurau dengan alkohol, Ecstasy, pil Koplo, narkotik dan lain sebagainya. Dengan hawa nafsunya mereka menganggap bahwa barang-barang itu baik dan bermanfaat. Masyarakat seperti ini sebenarnya telah digambarkan oleh Allah  melalui firman-Nya : &lt;br /&gt;قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا () الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا () أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ فَلَا نُقِيمُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا (الكهف:۵ ۱۰- ۳ ۱۰)&lt;br /&gt;"Katakanlah : 'Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang merugi dalam perbuatannya?' Yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhanmu dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka terhapuslah amal-amal mereka, dan Kami tidak mengadakan timbangan bagi mereka pada hari kiamat." [ QS Al Kahfi 103-105],&lt;br /&gt;Padahal kalau kita mau berpikir, sudah jelas bahwa alkohol (khomer) di samping menimbulkan banyak penyakit juga dapat menyebabkan berbagai tindakan kriminal dan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri, pemborosan kerja serta biaya untuk merawat dan merehabilitasi manusia-manusia alkoholic merupakan contoh logis betapa besar resiko yang ditimbulkannya. Diriwayatkan dari Ibnu Umar , bahwa Rasulullah  bersabda, &lt;br /&gt;"Khomer adalah kunci segala kejahatan (keburukan)". (1) &lt;br /&gt;Oleh karena itu kemudian Allah menurunkan ayat pamungkas tentang khomer pada QS Al Maidah ayat 90, &lt;br /&gt;"Jauhilah (tinggalkanlah) khomr agar kamu mendapat keberuntungan." &lt;br /&gt;Perbedaan  Alkohol Dan Khomer &lt;br /&gt;Dalam Ilmu Kimia, yang dimaksud alkohol adalah semua senyawa organik yang dalam struktur molekulnya memiliki gugus hidroksil (-OH). Namun yang dimaksud alkohol dalam kehidupan sehari-hari adalah Etanol (Etil Alkohol) dengan rumus molekul C2H5OH.&lt;br /&gt;Alkohol berupa zat cair jernih, lebih ringan dari air, mudah larut dengan air, cepat menguap, dapat melarutkan lemak dan berbagai bahan organik lainnya. &lt;br /&gt;Sifat farmakologis alkohol adalah begitu ia masuk ke dalam lambung, segera akan terjadi absorbsi (penyerapan) oleh darah dibawa ke jantung yang selanjutnya diteruskan ke otak dan bekerja sebagai depressan (penekan) saraf pusat. Kekuatan aksi menekan ini sangat bergantung pada kadar alkohol dalam darah. Sedang kadar alkohol dalam darah dipengaruhi oleh jumlah alkohol yang diminum. &lt;br /&gt;Pada waktu kadar alkohol mencapai 0,08-0,09% mulai tampak berkurangnya keseimbangan pada pendengaran, penglihatan dan pembicaraan. Keadaan lebih parah lagi kalau kadar alkohol dalam darah mencapai 0,11-0,12% (ini dapat terjadi dengan meminum 3-4 kaleng bir dengan kadar alkohol 4%) (10).&lt;br /&gt;Alkohol dapat dibuat secara sintesis dan fermentasi. Fermentasi dapat dilakukan dengan cara penambahan mikroba atau dapat juga terjadi secara alamiah. Jika diteliti (tahqiqul manath ), khomer adalah cairan yang mengandung alkohol tinggi. Sedangkan cairan yang mengandung alkohol rendah dapat dibagi menjadi dua yaitu: &lt;br /&gt;1. Jika alkohol itu alami, seperti air jeruk, air anggur (perasan jeruk dan anggur) maka hukumnya boleh diminum. &lt;br /&gt;2. Jika alkohol itu hasil destilasi (alkohol murni, C2H5OH), kemudiam dicampurkan dengan air lain, meskipun kadar alkoholnya hanya 0,01%, maka cairan tadi bersifat haram, karena termasuk dalam kategori khomr. Seperti : Bir putih (1-5%), Bir hitam (15%), Sake (10%), Campang (10-12%) dan lain-lain. &lt;br /&gt;Atau jika point (1) di atas difermentasikan dengan membiarkannya sehingga kadar alkoholnya meningkat, maka hukum meminumnya adalah haram. &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Imam Muslim dengan mencantumkan "Bab Pembolehan Nabidz yang Belum Mengeras dan Belum Jadi Khomr", beliau meriwayatkan 9 hadist perihal kebiasaan Rasulullah  dalam meminum nabidz (sari buah non anggur) yang masih alami. Alkohol sudah ada pada nabidz, namun dengan kadar yang rendah. Di antaranya ialah pada hadist kedua yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar dari Ibnu 'Abbas , &lt;br /&gt;"Bahwa Nabi sering membuat minuman itu. Syaibah menyela : "Nabi membuat nabidz pada malam senin dan beliau meminumnya pada siang harinya sampai selasa sore. Jika masih tersisa, beliau tinggalkan minuman itu, kadang diminum pelayan, kadang dibuang". Ini disesuaikan dengan kondisi apakah nabidz itu sudah menjadi khomer atau belum"(11) &lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa hukumnya boleh meminum semua jenis minuman yang secara alami ada kandungan alkoholnya (alkohol dengan kadar yang rendah). Adapun pada point (2) diharamkan minuman yang ada unsur alkoholnya, karena alkohol yang ada di situ adalah hasil destilasi, baik kadar alkoholnya sedikit ataupun banyak, dengan dalil sebagai berikut : &lt;br /&gt;1. Apa yang banyak memabukkan, maka sedikitnya pun haram pula (12)&lt;br /&gt;2. Sabda Rasulullah &lt;br /&gt;            "Setiap minuman yang memabukkan adalah haram dan jika banyaknya satu faraq (16 rithl : 7,83 liter) dapat memabukkan, maka satu sauk tangan pun dari minuman tersebut adalah haram"(13) &lt;br /&gt;Demikian pula hukum haram akan berlaku atas semua jenis makanan dan minuman yang diberi alkohol dari hasil destilasi, karena yang diharamkan adalah zatnya, bukan karena memabukkannya saja. &lt;br /&gt;Artinya khomer itu diharamkan karena zatnya yang memabukkan (yaitu etil alkohol : C2H5OH). Rasulullah  juga telah menegaskan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khomer itu diharamkan karena zatnya, banyak ataupun sedikit. Juga setiap minuman yang memabukkan" (14)&lt;br /&gt;PEMANFAATAN ALKOHOL&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi menuntut manusia untuk bisa memanfaatkan segala yang ada di alam ini dengan seefektif mungkin bagi kehidupan manusia dan perkembangan alam. Demikian pula dengan alkohol, dia telah mengalami pengembangan pemanfaatan, untuk makanan, minuman, kosmetik, industri dan lain-lain. &lt;br /&gt;Islam telah memberikan tatanan yang baik dan universal dalam mengatur kehidupan. Sehubungan dengan pemanfaatan alkohol dalam kehidupan ini, seperti kosmetik dan industri, para Ulama berbeda pendapat. Jika dilihat akar permasalahannya, hal yang membuat mereka berbeda pendapat ada 2, yaitu : &lt;br /&gt;a. Apakah khomer itu najis ? &lt;br /&gt;b. Apakah hal yang haram dimakan, haram pula dimanfaatkan selain memakannya ?  &lt;br /&gt;a. Apakah Khomer Itu Najis ? &lt;br /&gt;1. Jumhur Ulama mengatakan bahwa khomer itu adalah rijsun (super najis), berdasarkan QS. Al Maidah : 90. &lt;br /&gt;2. Khomer bukan benda najis, ini dikemukakan oleh Imam Al Muzanni (Ulama senior Madzhab Hanafi) (15). Dengan alasan bahwa tidak semua yang diharamkan oleh Allah adalah najis. Sedangkan kalimat rijsun adalah "perbuatan najis". &lt;br /&gt;Sekalipun mengambil pendapat Jumhur, maka pemanfaatan alkohol murni (C2H5OH) dalam bidang kosmetik ataupun industri hukumnya boleh, berdasarkan bahwa Rasulullah  pernah menggunakan hal-hal yang najis, seperti : &lt;br /&gt;a. Instruksi Nabi pada delapan orang Suku 'Urainah agar minum air susu dan air kencing onta sebagai upaya penyembuhan penyakit mereka. (16)&lt;br /&gt;b. Maimunah binti Harits Al Hilaliyah mengemukakan hadits Dabghul Ihab (menyamak kulit), yakni perintah Nabi agar menyamak kulit bangkai kambing dan memanfaatkannya. (17) &lt;br /&gt;c. HR Abu Hurairah tentang perintah menenggelamkan lalat atau bangkai lalat yang masuk dalam air minum. (18) &lt;br /&gt;d. HR. Ibnu Kuwaiz Mandad, bahwa seseorang bertanya pada Nabi perihal pemanfaatan bulu babi hutan untuk keperluan jahit-menjahit, dan Nabi berkata tidak apa-apa. (19) &lt;br /&gt;Jika mengambil pendapat kedua, bahwa khomer atau etil alkohol (C2H5OH) adalah tidak najis, maka pemanfaatannya tidak ada masalah. Jadi bisa disimpulkan bahwa pada siapa kita berpegang madzhab, tidak akan mempengaruhi pemanfaatan khomer. &lt;br /&gt;b. Apakah yang Selalu Diharamkan Untuk Dimakan, Diharamkan Pula Pemanfaatannya? &lt;br /&gt;1. Benda-benda yang diharamkan dipahami sebagai larangan untuk memakannya saja. Pendapat ini dikemukakan oleh Imam Atho'. Dan komentar senada dapat dilihat pada Al Qurthusy I hal.147, Bidayat Al Mujtahid I hal. 462 dan Rawa'ilul Bayan I hal.163. &lt;br /&gt;2. Jumhur mengatakan bahwa nash-nash yang berbicara tentang pengharaman dimakan juga haram pemanfaatannya itu secara umum. &lt;br /&gt;Untuk menganalisa 2 pendapat di atas, maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan : &lt;br /&gt;a. Ayat-ayat yang berbicara tentang pengharaman benda-benda itu di-qorinah-i oleh ayat itu sendiri. Bahwa yang diharamkan adalah memakannya. Dalam QS. Al An 'aam 145, yakni : "...diharamkan atas orang-orang yang memakannya".&lt;br /&gt;b. Untuk khomer, yang diharamkan adalah meminumnya bukan pemanfaatannya. Sedangkan yang dimaksud "jauhilah" pada QS Al Maidah 90 adalah "menjauhi rijsun" dan rijsun itu sendiri bermakna "perbuatan najis". Jadi bukan zatnya (khomernya) yang najis. Hal ini berdasarkan bahwa kalimat rijsun adalah khobar dari khomer, judi, berkorban untuk berhala-berhala dan mengundi nasib dengan anak panah. Dan jika dikatakan bahwa rijsun adalah najis secara hakiki (zatnya yang najis) maka tidak logis kalau dikatakan juga bahwa berjudi ataupun mengundi nasib dengan anak panah adalah najis. Jadi yang dimaksud dengan rijsun pada ayat tersebut adalah "perbuatan keji", bukan najis. Hal ini juga bisa dikuatkan dengan ayat lain QS Al Hajj 30, :&lt;br /&gt;"...maka jauhilah 'perbuatan keji' dan berhala-berhala".&lt;br /&gt;c. Tidak semua yang diharamkan oleh Allah  berarti najis dan tidak boleh dimanfaatkan. Kecuali jika pemanfaatan itu tetap berbahaya maka hukumnya tetap haram, tetapi tidak najis. Berdasarkan kaidah : “Tidak membahayakan dan tidak berbahaya bagi orang lain” &lt;br /&gt;Contoh : &lt;br /&gt;• Emas dan sutera haram bagi laki-laki, tetapi tidak najis dan bisa dimanfaatkan dalam bentuk lain. &lt;br /&gt;• Ganja diharamkan dan tidak najis. Tetapi jika pemanfaatannya dalam bentuk lain masih tetap membahayakan maka hukumnya haram. &lt;br /&gt;Dari analisa tersebut bisa disimpulkan bahwa khomer (C2H5OH) adalah tidak najis, maka boleh dimanfaatkan. Dan tidak semua yang diharamkan untuk memakan dan meminumnya, diharamkan pula pemanfaatannya. Oleh karena itu pemanfatan khomer (C2H5OH) hasil destilasi adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;• Jika pemanfaatan luar seperti : parfum, kosmetika yang lain dan obat gosok / luar, maka hukumnya boleh. Ditambah lagi bahwa C2H5OH pada obat gosok hanya sebagai pelarut, sehingga senyawa C2H5OH bisa terurai. Dan jika C2H5OH sebagai materi, maka ia cepat menguap, sehingga hukumnya hilang. &lt;br /&gt;• Obat dalam seperti tablet dan sirup, maka dalam hal ini tidak diperkenankan, kecuali jika tidak ada obat lain (tingkat darurat). &lt;br /&gt; Kesimpulan dan penutup &lt;br /&gt;Jadi, sedikitnya kadar alkohol (C2H5OH) yang terkandung dalam berbagai minuman adalah bagian dari suatu zat yang merupakan khomer yang diharamkan karena zatnya semata. Bukan karena memabukkan atau tidak, dan tidak pula sedikit atau banyaknya jumlah yang diminum. &lt;br /&gt;Wallahu A'lam Bish-Showab. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki&lt;br /&gt;1. HR Al Hakim, Al Mustadrak, jilid IV, hal. 145, Fiqh Sunnah, jilid II, hal. 315 &lt;br /&gt;2. Mu'jamil Wasith, jilid I, hal. 255 &lt;br /&gt;3. Tartib Al Qomus Al Muhith, jilid II, hal. 106 &lt;br /&gt;4. Imam As Zarkasi, Al Mabsuth, jilid XXIV, hal. 13 &lt;br /&gt;5. Ahmad Al Murtadho, Al Bahru Az Zakhar, jilid V, hal. 349 &lt;br /&gt;6. Imam Ibnu Qudamah, Al Mughni, jilid X, hal. 327 &lt;br /&gt;7. HR Bukhari, No. 5581 &lt;br /&gt;8. HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan disahihkan oleh Ibnu Hibban ; Fathul Baari, jilid X, hal. 46 &lt;br /&gt;9. Fiqhu As Sunnah, jilid II, hal. 321 &lt;br /&gt;10. Ahmad Mursyidi, Ahli Farmasi UGM &lt;br /&gt;11. Shohih Muslim, jilid II, hal. 271 &lt;br /&gt;12. HR Imam Ahmad, Ibnu Majah dan Ad Daruqutny dengan sanad shahih, Nailul Authar, jilid VIII, hal. 202, No. 14 &lt;br /&gt;13. HR Ahmad, Ibid., hal. 202, No. 13 &lt;br /&gt;14. HR An Nasa'i dari Abdullah bin Abbas dengan sanad hasan. Sunan An Nasa'i, jilid VIII, hal 724-725&lt;br /&gt;15. Rawai'ul Bayan, jilid I, hal. 566 &lt;br /&gt;16. Ibnu Katsir, jilid II, hal. 48, Al Bukhari IV, hal, 75 &lt;br /&gt;17. Subulus Salam, jilid I, hal. 32 &lt;br /&gt;18. Ibid., hal. 26-28 &lt;br /&gt;19. Al Jami' lil Ahkamil Qur'an, jilid II, hal. 223&lt;br /&gt;20. Fiqih pengobatan islami, DR. Ali bin Sulaiman Ar-Rumaikhon. &lt;br /&gt;21. Menguak Rahasia Ilmu Kedokteran dalam Al-Qur’an, Dr.dr. Muhammad Washfi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-8398979101002482569?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/8398979101002482569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/sealyang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/8398979101002482569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/8398979101002482569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/sealyang.html' title='Pengharaman Khomer'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SchkExZke7I/AAAAAAAAAFY/NnZgRLnUlZg/s72-c/renang.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-4475682017285894607</id><published>2009-03-10T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T21:31:57.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUSIM SEMI'/><title type='text'>Agar Ringan Bangun Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SchiL1iJVkI/AAAAAAAAAFI/9jDtDGcoonw/s1600-h/9.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 112px; height: 161px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SchiL1iJVkI/AAAAAAAAAFI/9jDtDGcoonw/s320/9.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316607315599251010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AMALAN RINGAN &lt;br /&gt;MEMPERMUDAH BANGUN MALAM&lt;br /&gt;(Oleh: Ahmad bin Syarif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Muqoddimah &lt;br /&gt;Alhamdulillah segala puji bagi Allah swt Rabb semesta alam yang telah melimpahkan nikmatnya yang tak terhingga dan patut kita syukuri. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi besar Muhammad , para sahabatnya, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan orang-orang yang senantiasa menghidupkan sunnah-sunnah beliau hingga hari qiamat.&lt;br /&gt;Adapun tujuan saya menyusun makalah ini adalah dikarenakan melihat banyaknya umat islam yang ingin melaksanakan qiyamul lail akan tetapi sebagian besar mereka tidak mengetahu amalan-amalan ringan yang dapat membantu untuk mempermudah bangun malam, dan hanya mengetahui keutamaan-keutamaan qiyamul lail. Dengan itu semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya pribadi dan pembaca seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Dustur Ilahi&lt;br /&gt;Allah  berfirman:&lt;br /&gt;وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَّحْمُوداً (الإسراء : 79)&lt;br /&gt;Artinya : “Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan RabbMu mengangkat kamu ketempat yang terpuji. (QS. Al Isra: 79)&lt;br /&gt;تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ  (السجدة : 16 )&lt;br /&gt; Artinya : ‘Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdo'a kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan” (As-Sajadah;16)&lt;br /&gt;III.   Makna Ayat&lt;br /&gt;Ibnu Jarir dan mayoritas ahli tafsir menafsirkan مقاما محموداً)) ialah suatu tempat yang akan ditempati Nabi kita Muhammad  pada hari kiamat untuk memberikan syafa’at bagi umat manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;عن أبي هريرة قال :قال رسول الله  ( عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا ) قال (هو المقام الذي أشفع لأمتي فيه )&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah  bersabda: “Mudah-mudahan Rabbmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” ia adalah tempat yang aku tinggal untuk memberi syafaat untuk umatku.  &lt;br /&gt; ٍSedangkan Ahli tafsir seperti Mujahid dan Hasan menjelaskan ayat ( (تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ&lt;br /&gt;“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya” di karenakan mereka mendirikan sholat malam. Allah  memerintahkan kita mendirikan qiyamul lail setelah shalat wajib, suatu ketika Rasulullah  ditanya shalat yang paling utama setelah shalat wajib, beliau menjawab: “Shalat malam” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Bilal  bahwa Rasulullah  bersabda: &lt;br /&gt;عليكم بقيام الليل فإنه دأب الصالحين و قربة إلى الله تعالى و منهاة عن الإثم و تكفير للسيئات و مطردة للداء عن الجسد . (رواه الترمذي و النسائ و الحكم )&lt;br /&gt;“Hendaklah kalian mendirikan shalat malam sesungguhnya itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah , menghapus dosa, mencegah kejahatan, dan menghilangkan penyakit dari dalam tubuh. (HR. At Tirmidzi, An Nasai dan Hakim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.  Kesungguhan Rasulullah  dalam Qiyamul Lail &lt;br /&gt;Rasulullah  telah mengetahui betapa agungnya ibadah qiyamullail &amp; Pahalanya yang besar di sisi Allah  sehingga beliau bersungguh-sungguh dalam melakukannya, bahkan sangat gigih melaksanakannya dan menjaganya seakan-akan beliau menyeru umatnya agar selalu  bangun malam. &lt;br /&gt;Dalam hadits di sebutkan “Dari Mughiroh bin Syu’bah   ia berkata ; bahwa Rasulullah  telah mengerjakan sholat malam hingga kaki baginda pecah-pecah ,maka baginda di tanya : Mengapa engkau memberatkan diri dengan ini semua ? sedangkan Allah telah mengampuni segala kesalahanmu yang telah lalu ataupun yang akan datang, baginda menjawab : tidak pantaskah aku menjadi hamba yang bersyukur”?     &lt;br /&gt;Adapun amalan-amalan ringan yang memudahkan kita untuk bangun malam adalah sebagai berikut ;&lt;br /&gt;a. Tidur dalam keadaan suci.&lt;br /&gt;Amalan ringan yang membantu kita agar mudah bangun malam ialah tidur dalam keaadaan suci, baik suci hati maupun suci badan, menyucikan hati di sini ialah bermuhasabah sebelum tidur, dan menghilangkan sifat iri,dengki, sombong , dan penyakit hati lainnya, sedangkan menyucikan badan dengan “air wudhu” karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kita membaringkan tubuh. &lt;br /&gt;عن ابن عباس رضي الله عنهما أن رسول الله  قال طهروا هذه طهركم الله فإنه ليس عبد يبيت طاهرا إلا بات معه في شعاره ملك, لا يتقلب ساعة من الليل إلا قال : اللهم اغفر لعبدك فإنه بات طاهرا (رواه الطبرانى ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;br /&gt;“Dari ibnu Abbas  Rasulullah  bersabda: “Sucikanlah jasad niscaya Allah akan menyucikanmu. Tidaklah seseorang hamba tidur dalam keadaan suci kecuali malaikat akan tidur pada selimutnya, yang mana ia tidak meninggalkannya sepanjang malam kecuali berkata: “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu karena ia tidur dalam keadaan suci” (HR. Thabrani) &lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah  bersabda&lt;br /&gt;ما من مسلم يبيت على ذكر طاهرا فيتعار من الليل فيسأل الله خيرا من أمر الدنيا و الأخيرة إلا أعطاه إياه&lt;br /&gt;   “Tidaklah seorang mukmin tidur dalam keadaan bersuci lalu bangun ditengah malam dalam keadaan berdzikir kepada Allah  lalu memohon kebaikan kepada Allah dari urusan dunia dan akhirat, kecuali Allah  akan memberikannya.” (HR. Abu Dawud dan An Nasa’i) &lt;br /&gt;Kesimpulan: bersuci ketika tidur terbagi menjadi dua macam yaitu bersih lahiriyah dengan cara berwudhu dan batin dengan taubat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Berdoa dan Berbaring ke Kanan&lt;br /&gt;Amalan ringan lain yang dapat membantu kita supaya mudah untuk bangun malam adalah tidur berbaring kekanan. &lt;br /&gt;Nabi Muhammad  menyarankan kepada umatnya agar tidur miring kekanan dan meletakkan tangan kanannya dibawah kepala diantaranya adalah seperti yang dipaparkan dalam hadits berikut:&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Al Bara’ bin Azib , bahwa rasulullah  bersabda: “Apabila kamu ingin ketempa tidur berwudhulah terlibih dahulu sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat kemudian berbaringlah diatas lambung kanan dan membaca: &lt;br /&gt;اللهم إنى أسلمت نسفى إليك ووجهت وجهى إليك و فوضت أمرى إليك و ألجأت ظهرى إليك رغبة ورهبة إليك لا ملجأ ولا منجا منك إلا إليك أمنت بكتابك الذى أنزلت ونبيك الذى أرسلت&lt;br /&gt;Jadikanlah doa ini sebagai ucapan atau kalimat terakhir pada malam tersebut. Dan sekiranya kamu mati niscaya kamu mati dalam keadaan fitrah (HR. Muttafaq Ilaih)&lt;br /&gt;Dan hendaknya membaca ayat kursyi, dua ayat terakhir surat Al-Baqoroh, di sunnahkan pula membaca Surat Al-Ikhlas,Al-Falaq,dan An-Naas, sebagaimana terdapat dalam Hishnul Muslam hlm 68-78. &lt;br /&gt;Maka simaklah perkataan dokter hati Ibnu Qoyyim yang menjelaskan kepada kita tentang hikmah melaksanakan sunnah Nabi  untuk tidur diatas lambung kanan.Ia berkata: “Tidurnya Rasulullah  diatas lambung kanan mempunyai rahasia, bahwa hati terdapat dan menempel dalam organ tubuh sebelah kiri, jika seseorang tidur miring kekiri maka dia akan tidur terlelap karena hatinya ikut istirahat sehingga seseorang akan tertidur dengan lelap sebaliknya jika ia tidur miring kekanan maka hatinya akan selalu terjaga atau waspada sehingga tidak larut dalam tidur malam. &lt;br /&gt;Maka dari itu para dokter menyarankan kepada pasiennya agar tidur miring kekiri agar mendapatkan istirahat yang optimal dan sempurna dalam proses penyembuhan serta tidur dengan baik, sedangkan rasulullah  menganjurkan kepada umatnya agar tidur malam dalam keadaan berbaring kekanan, supaya tidak tidur dengan lelap, sehingga bisa bangun malam dan beribadah , kesimpulannya ‘tidur miring kekanan lebih baik bagi hati yang ingin menghidupkan malamnya untuk nerkholwat dengan Robbnya, sedangkan tidur miring kekiri lebih baik bagi badan untuk orang-orang yang membutuhkan istirahat karena sakit.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tidur Sebentar di Siang Hari (Qoilulah) &lt;br /&gt;    Di antara amalan ringan yang bisa membantu kita untuk bangun malam ialah tidur atau istirahat secukupnya di siang hari karena mata juga mempunyai hak untuk di tunaikan agar tidak menimbulkan penyakit di karenakan tidak seimbangnya  kerja organ mata. &lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Nabi : &lt;br /&gt;عن إبن عباس عن النبي  قال: "إستعنوا بطعام السحر على صيام النهار و بالقيلولة على قيام الليل" [رواه إبن ماجه]&lt;br /&gt;Dari ibnu Abbas  bahwa Nabi  bersabda: Bantulah Puasa di siang hari dengan makan sahur, dan shalat malam dengan qailullah. (HR. Ibnu Majah)  &lt;br /&gt; Adapun tidur sebentar disini adalah istirahat antara akhir waktu shalat dhuha hingga mendekati shalat dhuhur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Amalan Ringan Sebelum Shalat Malam&lt;br /&gt;Disebutkan oleh Abu Dawud bahwasanya jika Rasulullah  bangun malam maka ia mengawali dengan bersiwak, kemudian berdzikir atau membaca doa, dilanjutkan dengan berwudhu menyucikan badan setelah bangun dari istirahat malamnya kemudian shalat dua rakaat ringan sebagaimana disebutkan dalam shahih muslim, dari ‘Aisyah : Bahwa jika Rasulullah  bangun pada malam hari maka beliu memulai shalatnya dengan dua rakaat ringan &lt;br /&gt;Dalam hadits lain yang diriwayatkan Abu Hurairah  Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;يعقد الشيطان على قافية رأس أحدكم بالليل بحبل فيه ثلاثة عقد , فإن استيقظ فذكر الله انحلت عقدة فإذا قام فتوضأ انحلت عقدة , فإذا قام إلى الصلاة انحلت عقده كلها , فيصبح نشيطا طيب النفس قد أصاب خيرا وإن لم يفعل أصيح كسلا خبيث النفس لم يصب خيرا (رواه ابن ماجه)  &lt;br /&gt;“Syaithan mengikat tengkuk kepala salah seorang dari kalian pada malam hari dengan tiga ikatan, jika ia bangun lalu mengingat Allah  maka terlepaslah satu ikatan. lalu jika ia berwudhu maka lepaslah satu ikatan lagi. Dan jika ia berdiri untuk shalat maka lepaslah semua ikatan itu. Maka di pagi hari ia akan bersemangat dengan jiwa yang segar karena mendapatkan kebaikan,dan jika ia tidak mengerjakan sholat malam maka dipagi hari ia akan menjadi malas dengan jiwa yang buruk karena tidak mendapatkan kebaikan” (HR Ibnu Majah )  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;Begitu banyak diantara kita yang ingin menghidupkan malam dengan bermunajat kepada Allah  akan tetapi tidak mengetahui amalan-amalan ringan yang bisa membantu kita untuk bangun malam. Disini saya tidak memaparkan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang susah untuk bangun malam dikarenakan terbatasnya ilmu yang saya miliki. Adapun amalan ringan tersebut &lt;br /&gt;1. Tidur dalam keadaan suci, baik jasad maupun jiwa.&lt;br /&gt;2. Berdoa dan berbaring kekanan &lt;br /&gt;3. Tidur sebentar disiang hari atau qailulah&lt;br /&gt;Adapun amalan ringan sebelum shalat malam adalah berwudhu dan bersiwak, berdzikir, dan shalat dua raka’at ringan. &lt;br /&gt;Dan akhirnya semoga Allah  mempermudah segala urusan kita dan menjadikan kita hamba-hambaNya yang senantiasa bersyukur. &lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference:&lt;br /&gt;1. Al-Qur’anul karim.&lt;br /&gt;2. Tafsir Qur’anul ‘Adzim, Ibnu katsir, jld 3, Maktabah ‘Ashriyah.&lt;br /&gt;3. Tafsir At Thobari, Ibnu Jarir At-Thobari, jld 5, Darul Fikri.&lt;br /&gt;4. Sunan Abu Daud, Maktabah Ibnu Hazm.&lt;br /&gt;5. Ighotsatul lahfan fii Mashoidi syaithon, Ibnu Qoyyim AL-Jauziyah,jld 1, Maktabah Al-Muaayad.&lt;br /&gt;6. Tibbun Nabawi, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, Darul Kitab Al-‘Arobi.&lt;br /&gt;7. Zaadul Ma’ad, Ibnu Qoyyim AL-Jauziyah,jld 1, Muasasah Ar-Risalah.&lt;br /&gt;8. Shohih Sunan Ibnu Majah, Nasiruddin Al-Bani, Maktabah Al-Ma’arif.&lt;br /&gt;9. Shohihul Jami’, Nashiruddin Al-Bani.&lt;br /&gt;10.  Tamamul minnah, Nashiruddin Al-Bani, Dar Ar-Royah.&lt;br /&gt;11. Menggugah Semangat Qiamullail, M. Sholih As-Shai’ari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-4475682017285894607?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/4475682017285894607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/zakat-fitrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/4475682017285894607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/4475682017285894607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/zakat-fitrah.html' title='Agar Ringan Bangun Malam'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SchiL1iJVkI/AAAAAAAAAFI/9jDtDGcoonw/s72-c/9.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8700198097512872810.post-2121858859589277757</id><published>2009-03-09T07:24:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T21:35:23.881-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim gugur'/><title type='text'>Arti Sebuah Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/Schi_AbqZLI/AAAAAAAAAFQ/Nr9B_36Eyc4/s1600-h/isfahangraphic167.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/Schi_AbqZLI/AAAAAAAAAFQ/Nr9B_36Eyc4/s320/isfahangraphic167.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316608194698175666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Arti Sebuah Cinta&lt;br /&gt;  Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, ¡§Kami sama-sama cinta, suka sama suka.¡¨ Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.&lt;br /&gt;Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya Muhammad . Allah berfirman: &lt;br /&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.¡¨ (Ali-Imran: 14) &lt;br /&gt;Rasulullah saw dalam haditsnya dari shahabat Tsauban ra mengatakan: “Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.¡¦ Seseorang berkata: Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit? Rasulullah saw berkata: Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.¡¦ Seseorang bertanya: Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah? Rasulullah saw menjawab: “Cinta dunia dan takut mati” (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di di dalam tafsirnya mengatakan: Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali-Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah swt memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.¡¨&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Definisi Cinta &lt;br /&gt;Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.¨ (Madarijus Salikin, 3/9)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hakikat Cinta&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta kepada Allah &lt;br /&gt;Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: ¡¨Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.¡¨ (Ali Imran: 31)&lt;br /&gt;Mereka (sebagian salaf) berkata: (firman Allah) Niscaya Allah akan mencintai kalian¡¦, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah saw, faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah saw maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.¡¨&lt;br /&gt;Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. Rasulullah saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik saw: &lt;br /&gt;Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.¡¨ (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara: &lt;br /&gt;Pertama, membaca Al Qur¡¦an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya. &lt;br /&gt;Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib. &lt;br /&gt;Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan. &lt;br /&gt;Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu. &lt;br /&gt;Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya. &lt;br /&gt;Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya. &lt;br /&gt;Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah ƒ¹. &lt;br /&gt;Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia). &lt;br /&gt;Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur. &lt;br /&gt;Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah ƒ¹. (Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta adalah Ibadah&lt;br /&gt;Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah ƒ¹ berfirman: &lt;br /&gt; Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.¡¨ (Al-Hujurat: 7) &lt;br /&gt; Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.¡¨ (Al-Baqarah: 165)&lt;br /&gt; Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.¡¨ (Al-Maidah: 54)&lt;br /&gt;Adapun dalil dari hadits Rasulullah ƒâ adalah hadits Anas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.¡¨&lt;br /&gt; Macam-macam cinta&lt;br /&gt;Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:&lt;br /&gt;Pertama, cinta ibadah.&lt;br /&gt;Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.&lt;br /&gt;Kedua, cinta syirik. &lt;br /&gt;Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah ƒ¹ƒnberfirman: &lt;br /&gt; Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.¡¨ (Al-Baqarah: 165)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketiga, cinta maksiat.&lt;br /&gt;Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman: &lt;br /&gt; Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.¡¨ (Al-Fajr: 20)&lt;br /&gt;Keempat, cinta tabiat.&lt;br /&gt;Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah ƒ¹ berfirman:&lt;br /&gt; Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ¡¥alaihis salam) berkata: Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.¡¨ (Yusuf: 8)&lt;br /&gt;Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buah cinta&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ƒä mengatakan: ¡§Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.¡¨ (Majmu¡¦ Fatawa, 1/95)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di menyatakan: Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.¡¨ (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)&lt;br /&gt;Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci. &lt;br /&gt;Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram. &lt;br /&gt;Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram. &lt;br /&gt;Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan. &lt;br /&gt;Wallahu a’lam. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mabuk cinta biasanya terjadi dari dua belah pihak antara yang mencintai dan yang dicintai, terkadang kedua belah pihak saling mencintai satu sama lainnya, namun adakalanya gejolak cinta itu bertepuk sebelah tangan.&lt;br /&gt;  Orang yang terkena panah asmara ini adalah orang yang paling celaka hidupnya, paling hina, paling gelisah dan paling jauh dari Rabb mereka. &lt;br /&gt;  Ibnu Taimiyah berkata :"mabuk asmara dapat membuat penderitanya kurang akal dan ilmu, rusak agama dan akhlaknya, lalai akan seluruh kebaikan agama dan dunia. Dan akibat buruknya bisa menjadi berlipat ganda".&lt;br /&gt;  Orang yang dimabuk asmara akan selalu mengkhayalkan kekasih hatinya tidak sesuai dengam keadaan yang sebenarnya, hingga akhirnya penyakit ini akan menimpa dirinya. Kalaulah dia tau secara mendalam orang yang dikaguminya, ia tidak akan sampai dimabuk cinta, walaupun sudah terjalin rasa cinta dan hubungan dalam dirinya. &lt;br /&gt; Kasmaran adalah penyakit kronis yang akan merusak jiwa, menghilangkan katentraman, bahkan penyakit ini ibarat lautan berombak yang akan menenggelamkan siapapun yang mengarunginya. Penyakit ini laksana samudra yang tak bertepi. hampir tidak ada seorangpun yang dapat selamat darinya. &lt;br /&gt;  Jika kita tanya kepada nikmat "apa yang menyebabkanmu sirna?" kita Tanya pada bencana "apa yang menyebabkanmu datang menghampiri?" kita Tanya pada kesedihan dan penderitaan "apa yang menyebabkanmu tertarik mendatangiku?" kita Tanya pada keselamatan "apa yang menyebabkanmu menjauh?" kita Tanya pada aib "apa yang menyebabkanmu tersingkap?" kita Tanya pada wajah "apa yang menyebabkan hilangnya cahayamu?" kita Tanya pada kehidupan "apa yang membuatmu menjadi keruh?" kita Tanya pada cahaya keimanan "apa yang menyebabkan cahayamu redup?" kita Tanya pada kehormatan diri " apa yang menyebabkanmu hina?" kita Tanya pada diri yang dihinakan setelah dimuliakan " apa yang telah merubah keadaanmu ini?" seluruhnya pasti akan menjawab " ini adalah buah dari penyakit asmara" &lt;br /&gt;  Jika kita melihat cinta yang melintas di dalam hati dan bagaimana denyutnya, anda pasti akan dapati bahwa mengalirnya cinta dalam hati lebih lembut daripada mengalirnya nyawa dalam jasadnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang yang dimabuk asmara akan binasa di tangan orang yang dicintainya. Dia akan menjadi hamba yang hina. Jika kekasih hati yang ia cintai memanggilnya maka akan segera memenuhi panggilan itu. Jika ditanyakan padanya "apa yang engkau harapkan?" maka kekasih yang ia cintai itulah yang menjadi tumpuan dan harapannya. Ia tak akan hidup tenang dan tenteram tanpa kekasihnya. &lt;br /&gt;  Layakkah bagi orang yang berakal menggadaikan seorang raja yang dipatuhi dengan orang yang akan menggiringnya ke dalam adzab yang pedih???&lt;br /&gt;  Penyakit ini akan menghilangkan rasa malu, padahal malu adalah materi hidupnya hati. Hal itu juga kan berpengaruh pada penyimpangan amal dan hidayah, keadaan yang jelek akan ia anggap baik. Juga akan menimbulkan perangai buruk yang tidak terdapat dalam kejahatan laen. Akan menimbulkan kemurkaan Allah pada dirinya. &lt;br /&gt;  Yach banyak sekali kerugian yang akan kita dapatkan Karena mabuk asmara ini, coba kita tengok sebentar, apa sebenarnya penyebab dari mabuk asmara itu? &lt;br /&gt; Berpaling dari Allah ; barangsiapa yang mengenal Allah akan menautkan hatinya pada-Nya, dan tidak akan mungkin berpaling mencari kekasih selain-Nya. &lt;br /&gt; Kejahilan seseorang tentang bahaya yang muncul karena mabuk cinta. &lt;br /&gt;Kekosongan hati ; "tidaklah mungkin penyakit ini muncul kecuali atas orang yang suka melamun dan menganggur"&lt;br /&gt; Ibnul qoyyim berkata "perkara yang paling berbahaya bagi seorang hamba adalah kehampaan hati dan jiwa. Karena sesungguhnya jiwa itu tidak akan pernah kosong. Jika tidak disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat pasti akan terisi dengan hal-hal yang membahayakan"&lt;br /&gt; Media informasi &lt;br /&gt; Media informasi sangat berperan besar terhadap penyebaran penyakit ini. Lihatlah betapa vulgarnya acara-acara televisi, Koran, majalah, buku-buku, internet, VCD dan sebagainya meng&lt;br /&gt;Membaca kisah-kisah percintaan, puisi-puisi, syair, dan mendengarkan lagu-lagu tentang cinta akan menjerumuskan seseorang untuk mengekspresikan apa yg dia rasa dengan hal serupa. Dia akan mudah mengikuti apa yang dilakukan oleh orang-orang disekelilingnya, tanpa tau itu hak atau batil.&lt;br /&gt; Keliru dalam memahami makna cinta dan mabuk asmara &lt;br /&gt;  Persepsi yang salah dalam memaknai cinta , yaitu anggapan bahwa hakikat cinta itu adalah cinta yang dapat membutakan mata hati, membuatnya terombang-ambing dalam kesesatan. Siapa saja yang tergelincir ke dalamnya akan menjadi lembut, penih perasaan, menjadi mulia, dan sebainya. Mereka beranggapan barangsiapa tidak pernah merasakannya akan menjadi orang yang keras hati, tidak memiliki perasaan dan tidak memiliki sedikitpun kemuliaan. &lt;br /&gt; Tertipu dengan ungkapan-ungkapan orang-orang yang membolehkan mabuk asmara &lt;br /&gt; Sebagian orang membolehkan mabuk asmara dengan berdalil pada hadits "Barangsiapa yang jatuh cinta kemudian menahan dirinya, menyembunyikannya dan bersabar, setelah itu dia meninggal, maka dianggap mati syahid".&lt;br /&gt; Ibnu Qoyyim berkata, hadits ini diriwayatkan oleh Suwaid bin Sa’id, dan telah diingkari oleh para ulama islam. Hadits ini batil dan palsu. &lt;br /&gt;Syahid terbagi menjadi syahid khusus dan umum. Syahid khusus yaitu mati terbunuh di jalan Allah. Adapun syahid umum tersebut dalam hadits shahih dan tidak terdapat didalamnya yang mati karena menahan cinta.&lt;br /&gt; Pamer kecantikan, tabaruj, dan membuka penutup wajah &lt;br /&gt; Mengumbar pandangan mata&lt;br /&gt; Terlalu bebas mengumbar pandangan akan melahirkan kebinasaan. Ketika seseorang leluasa memandang maka ia telah membuka hati untuk melampiaskan syahwatnya. &lt;br /&gt; Percakapan melalui telpon, chatting, dsb &lt;br /&gt; Taubat dari mabuk asmara &lt;br /&gt; Bagi siapa saja yang telah terjerumus dalam cinta terlarang hendaklah ia bertaubat kepada Allah, baik dirinya sebagai orang yang mencintai, dicintai, ataupun pihak-pihak lain yang turut membantunya. &lt;br /&gt; Caranya adalah dengan meninggalkannya, jangan menampakkan kepada orang yang dicintai, berusaha melupakannya, tidak menemuinya, dan tidak memandangnya. Serta memutuskan segala bentuk hubungan yang dapat membangkitkan kenangan lamanya. &lt;br /&gt; Terapi penyakit mabuk asmara &lt;br /&gt;• Ikhlas karena Allah &lt;br /&gt; Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata "sesungguhnya apabila hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, maka tidak ada yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik darinya"&lt;br /&gt; Jika seorang hamba ikhlas kepada Allah, maka Allah akan memilihnya, menghidupkan hatinya, menariknya kepada-Nya. Maka sagala keburukan dan kekejian akan berpaling darinya dan ia sangat takut bila terjadi yang sebaliknya. Sedangkan hati yang tidak ikhlas, pada dasarnya terbuka secara mutlak untuk segala bentuk tuntutan, keinginan, dan cinta. Hati akan menerima segala sesuatu yang mendatanginya. Ibarat ranting kecil yang meliuk-liuk kesana kemari mengikuti kemana aarah angin. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berdo’a : merendahkan diri kepada Allah &lt;br /&gt; Seseorang yang diuji dengan penyakit ini berarti dalam keadaan terjepit, dan Allah berjani akan memenuhi do’a hamba-Nya yang dalam kondisi terjepit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menahan pandangan &lt;br /&gt;  Ketika seorang hamba menahan pandangannya maka hati turut menahan syahwat serta keinginannya. Allah menjadikan menahan pandangan dan menjaga kemaluan sebagai kunci utama penyucian jiwa. Dan kesucian jiwa mengandung pengertian hilangnyaa segala macam bentuk kejahatan seperti perbuatan keji, kezhaliman, syirik, dusta, dan sebagainya.&lt;br /&gt;• Banyak berfikir dan berdzikir &lt;br /&gt;  Harusnya ia ingat bahwa seluruh langkahnya dicatat dan ia akan dimintai pertangggungjawaban. Seharusnya ia berfikir bahwa ungkapan perasaan dan perbincangan dengan kekasihnya akan ditanyakan nanti pada hari kiamat. Ingat penghancur segala kenikmatan, yaitu kematian, dan betapa sakitnya sakarotul maut. Berpikir bahwa dirinya tidak rela jika ada mahramnya yang diincar dan dipacari, jika ia masih memiliki rasa cemburu, bagaimana ia tega berbuat hal yang sama kepada orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menjauh dari orang yang dicintainya &lt;br /&gt; Memisahkan diri dan menjauh akan mengusir bayangan orang yang dicintai. Hendaklah ia bersabar menanggung perpisahan beberapa saat meski awalnya sulit. Jangan sampai ia melihatnya, mendengar suaranya dan melihat sesuatu yang dapat mengingatkannya kepada kekasihnya.  &lt;br /&gt;• Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Sebabnya asmara adalah kekosongan hati, oleh karena itu sibukkan diri dengan bekerja, belajar, dan berkarya. &lt;br /&gt;• Menikah &lt;br /&gt; Meski bukan dengan orang yang dicintainya, sebab menikah mencukupi segalanya, penuh berkah dan menjadi solusi. Jika telah menikah maka hendaklah sering melakukan jima’, sebab jima’ dapat meredam gejolak syahwat yang tersimpan. Jika orang yang dicintainya adalah orang yang mungkin dinikahinya maka hendaklah ia menikah dengannya. Jika sulit menikahinya hendaklah memohon kepada Allah untuk memudahkannya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;menengok orang sakit, mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berfikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya &lt;br /&gt; Senantiasa menghadiri majelis ilmu, duduk bersama orang-orang zuhud dan mendengar kisah-kisah orang sholih. &lt;br /&gt; Memangkas habis ambisi dengan membuang putus asa disertai dengan keinginan keras untuk dapat menundukkan hawa nafsu &lt;br /&gt; Sesungguhnya pangkal terjadinya al-isyq adalah menganggap indah sesuatu yang dikagumi, baik melalui pandangan ataupun pendengaran. Jika tidak diikuti dengan keinginan keras untuk bertemu lalu disertai dengan usaha untuk mendapatkannya niscaya mabuk asmara dapat dihindari. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selalu konsisten menjaga sholat dengan sempurna, menjaga kewaajiban-keajiban sholat, baik berupa kekhusukan dan kesempurnaannya secara lahir maupun batin. &lt;br /&gt; Menjaga kharisma agar tidak jatuh kepada kedudukan yang hina dina &lt;br /&gt; Orang yang punya wibawa dan harga diri tidak mau terikat menjadi budak sesuatu. &lt;br /&gt; Memelihara kemuliaan diri, kesucian dan menjaga kehormatannya &lt;br /&gt; Harga diri seseorang itu akan tinggi dan kedudukannya akan muliaa sesuai dengan kadar kemuliaan dan kesucian dirinya. &lt;br /&gt; Membayangkan cela yang terdapat pada diri orang yang dicintainya &lt;br /&gt; Orang yang engkau cintai tidak identik dengan apa yang engkau khayalkan dalam hatimu. Maka carilah aibnya niscaya engkau akan dapat melepaskannya. &lt;br /&gt; Memikirkan akan ditinggal pergi oleh orang yang dicintainya &lt;br /&gt; Dengan itu akan hilanglah segala perkara yang mendatangkan ujian yang lebih berat dari batas kewajaran yang dapat merugikan kedudukannya di dunia maupun di akhirat. &lt;br /&gt; Memikirkan akibat perbuatannya &lt;br /&gt; Cinta itu selalu diselimuti kesedihan, kecemasan, takut berpisah, kehinaan di dunia dan penyesalan di akhirat. &lt;br /&gt; Memikirkan betapa banyak hal-hal yang bermanfaat menjadi luput disebabkan menyibukkan diri dengan cinta seperti ini &lt;br /&gt; Melihat kondisi para pemabuk cinta &lt;br /&gt; Bagaimana derita yang mereka tanggung, bagaimana hidup mereka yang dikucilkan oleh masyarakat, betapa berantakan segala urusan dunia dan akhirat mereka, dsb. Hal ini akan membuat orang yang berakal berpikir dua kali untuk lebih jauh mengarungi samudera asmara. &lt;br /&gt;  Siapa saja yang mengambil obat penawar ini, mudah-mudahan ia mendapat pertolongan dan taufik. Jika ia telah bermujahadah dan bersabar namun masih sedikit tersisa dalam hatinya, maka hal itu tidaklah tercela. &lt;br /&gt;  Junaid berkata "Manusia tidak dicela karena tabi’at yang tercipta dalam dirinya, yang dicela adalah jika ia melakukannya".&lt;br /&gt;  Ibnu Hazm berkata "tidak ada cela bagi orang yang tabiat dalam dirinya cenderung kepada kejelekan walaupun sangat tercela dan hina sekalipun selama ia tidak menampakkannya dalam perkataan maupun perbuatan. Bahkan bisa jadi akan lebih terpuji dibandingkan orang yang tabi’at dasarnya selalu mengajaknya untuk berbuat hal-hal yang mulia. Sebab tidak mungkin dapat mengalahkan tabi’at yang rusak kecuali jika ia memiliki akal yang utama. &lt;br /&gt; Laa Haula Walaa Quwwata illaa billaahi&lt;br /&gt; Semoga Allah berkenan membebaskan hati kita dari Al ‘Isyqu, amin  &lt;br /&gt; Persiapan menyambut Romadhon, kita jelang Romadhon dengan hati yang bersih&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DOA UNTUK KEKASIH HATI &lt;br /&gt; &gt; Allah Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya. &lt;br /&gt; &gt; Terimakasih untuk saat-saat indah yang boleh kami nikmati bersama.Terima kasih untuk setiap pertemuan yang boleh kami lalui bersama.&lt;br /&gt; &gt; Terima kasih untuk setiap saat-saat yang lalu. Saya datang bersujud  dihadapan-Mu, Sucikan hati saya yaa Allah, sehingga dapat melaksanakan  kehendak dan rencana-Mu dalam hidup saya. &lt;br /&gt; &gt; Yaa Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan  saya merindukan kehadirannya. Janganlah biarkan saya melabuhkan hati saya di hatinya. Kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan usirlah  dia dari relung hati saya. Gantilah damba kerinduan dan cinta yang  bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan  murni. Tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat. &lt;br /&gt; &gt; Tetapi jika Kau ciptakan dia untuk saya, yaa Allah, tolong satukan  hati kami. Bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya.&lt;br /&gt; &gt; Berikan saya kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya.&lt;br /&gt; &gt; Sadarkanlah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya sebagaimana saya telah Kau ciptakan.&lt;br /&gt; &gt; Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia.&lt;br /&gt; &gt; Yaa Allah Maha Pengasih, dengarlah doa saya ini. Lepaskanlah saya dari  keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu.&lt;br /&gt; &gt; Allah Yang Maha Kekal, saya tahu Engkau senantiasa memberikan yang  terbaik buat saya. Luka dan keraguan yang saya alami pasti ada hikmahnya.&lt;br /&gt; &gt; Pergumulan ini mengajar saya untuk hidup makin dekat pada-Mu, untuk lebih peka terhadap suara-Mu yang membimbing saya menuju terang-Mu. &lt;br /&gt; &gt; Ajarilah saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang  telah Engkau tentukan.&lt;br /&gt; &gt; Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendak saya yang jadi dalam setiap  bagian hidup saya, yaa Allah.&lt;br /&gt;      Amin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Penulis: Abu zayen*&lt;br /&gt;alhikmah.com - Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan.Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada.Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta isinya, bertanya, dimanakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramai&lt;br /&gt;Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Sebuah fitrah pula bahwa setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya, akan terbentuk jiwa-jiwa yang sholeh dan sholehah. &lt;br /&gt; Duhai….&lt;br /&gt;Betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan cahaya Islam hingga memenuhi setiap sudut rumah tangganya.  &lt;br /&gt;  Allah Subhanahu wa Ta'ala pun telah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui hingga keta'atan dan memenuhi hak-hak suaminya laksana arena jihad fii sabilillah. Karenanya, yakinkah batin itu tiada goresan saat melihat pernikahan wanita lain di bawah umurnya? Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan kekasih hati? Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan? Atau, tidakkah kita melihat kilas tatapan sedih matanya ketika melihat aqiqah anak kita? &lt;br /&gt;Letih...Sungguh amat letih jiwa dan raga. Sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa, tanpa tahu adakah belahan jiwa yang menunggu di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai ukhti sholehah...&lt;br /&gt;Dalam Islam, kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia fana ini saja, karena masih ada akhirat. Memang, setiap manusia telah diciptakan berpasangan, namun tak hanya dibatasi dunia fana ini saja. Seseorang yang belum menemukan pasangan jiwanya, insya Allah akan dipertemukan di akhirat sana, selama ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujian-Nya yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang di dunia fana. Mungkin sang pangeran pun tak sabar untuk bersua dan telah menunggu di tepi surga, berkereta kencana untuk membawamu ke istananya. &lt;br /&gt;Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Sang Pemilik Cinta. Kalaulah rasa itu selalu menghantui, usah kau lara sendiri, duhai ukhti. Taqarrub-lah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. &lt;br /&gt;Kembalikan segala urusan hanya kepada-Nya, bukankah hanya Ia Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat serta untaian doa tiada habis-habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati. Tak usah membandingkan diri ini dengan wanita lain, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, meski ia tidak menyadariny &lt;br /&gt;Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam karena tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa. Menangislah karena air mata permohonan kepada-Nya di setiap sujud dan keheningan pekat malam. Jadikan hidup ini selalu penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa. Bersiap menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tausyiah - lah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      selalu hati dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi dalam kesendirian. &lt;br /&gt;  Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh tak akan lari kemana. Karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwamu pun telah dituliskan-Nya.&lt;br /&gt;  Sabarlah ukhti sholehah..&lt;br /&gt;Bukankah mentari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya. Malam masih indah dengan sinar lembut rembulan yang dipagar bintang gemintang. Kicauan bening burung malam pun selalu riang bercanda di kegelapan. Senyumlah, laksana senyum  mempesona butir embun pagi yang selalu setia menyapa. &lt;br /&gt;  Hapuslah air mata di pipi dan hilangkan lara di hati. Terimalah semua sebagai bagian dari  perjalanan hidup ini. Dengan kebesaran hati dan jiwa, dirimu akan menemukan apa rahasia di balik titian kehidupan yang telah dijalani. Hingga, kelak akan engkau rasakan tak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      Semoga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;      WaLlahua'lam bi shawab.&lt;br /&gt;  *MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA*&lt;br /&gt;  Al-Hubb FiLlah wa LiLlah&lt;br /&gt; &gt;  Ya, ALLAH, Aku berdoa untuk seorang wanita,&lt;br /&gt;yang akan menjadi bagian dari hidupku.&lt;br /&gt;&gt; Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.&lt;br /&gt;&gt; Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.&lt;br /&gt;&gt; Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.&lt;br /&gt;&gt; Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.&lt;br /&gt;&gt; Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.&lt;br /&gt;&gt; Seorang wanita yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati  ketika aku berbuat salah.&lt;br /&gt;&gt; Seorang yang mencintaiku bukan karena ketampananku tetapi karena hatiku.&lt;br /&gt;&gt; Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.&lt;br /&gt;&gt; Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang pria ketika  berada disebelahnya.&lt;br /&gt;&gt; Aku tidak meminta seorang yang sempurna,&lt;br /&gt;&gt; Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.&lt;br /&gt;&gt; Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.&lt;br /&gt;&gt; Seorang wanita yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.&lt;br /&gt;&gt; Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.&lt;br /&gt;&gt; Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&gt; Dan aku juga meminta:&lt;br /&gt;&gt; Jadikanlah aku menjadi seorang pria yang dapat membuat wanita itu bangga.&lt;br /&gt;&gt; Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,&lt;br /&gt;&gt; sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,&lt;br /&gt;&gt; bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.&lt;br /&gt;&gt; Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga ketampananku datang dariMU  bukan dari luar diriku.&lt;br /&gt;&gt; Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.&lt;br /&gt;&gt; Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.&lt;br /&gt;&gt; Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU&lt;br /&gt;&gt; dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari,&lt;br /&gt;&gt; dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.&lt;br /&gt;&gt; Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat&lt;br /&gt;&gt; mengatakaan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan&lt;br /&gt;&gt; kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". &lt;br /&gt;&gt; Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang&lt;br /&gt;&gt; tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang&lt;br /&gt;&gt; Kautentukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8700198097512872810-2121858859589277757?l=adendy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adendy.blogspot.com/feeds/2121858859589277757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/arti-sebuah-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/2121858859589277757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8700198097512872810/posts/default/2121858859589277757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adendy.blogspot.com/2009/03/arti-sebuah-cinta.html' title='Arti Sebuah Cinta'/><author><name>aden el-khoir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10948638226701370292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/SpcqgxJtyPI/AAAAAAAAALQ/vwMinRwHFu8/S220/khoir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vm3Wgh6xwmA/Schi_AbqZLI/AAAAAAAAAFQ/Nr9B_36Eyc4/s72-c/isfahangraphic167.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
